Penonton lebih pintar dr Pemain

Umumnya manusia senang jadi penonton walaupun bukan pemain, karena memang bukan dan tidak alhlinya jadi pemain, akan tetapi walaupun cuma penonton lebih senang mengomentarinya seakan dia ahlinya seperti penonton bola..

Membantu Janda

1687 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata, Nabi saw. bersabda, Orang yang berusaha membantu para janda dan orang miskin, bagaikan orang...

Bersatulah jangan Bercerai-berai

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah keep

Kawinkanlah yang sendirian

Di usia selevel kita ini sudah saatnya kita mempersiapkan diri untuk anak-anak kita sebagai hak dan kewajiban kita untuk menikahkan mereka..

Sunday, 17 August 2008

Ada apa dengan Tujuh Belas

Ada apa dengan Tujuh belas ? Tidak asing dengan nomor dan angka, tetapi ada apa dengan tujuh belas ini: Angka 17 bisa tanggal suatu hari, atau nomor urut suatu bilangan, atau peringkat dalam ranking suatu kompetisi dan atau juga bisa dalam satuan jumlah . Angka 17 klo sepintas bisa seperti keramat bagi para penganut mitos, hal ini banyak orang bicarakan kelebihan dan kekurangannya, akan tetapi banyak data dan fakta actual yang empiris dalam kehidupan kita yang menunjukkan bukan mitos. Karena itu bukan berarti angka tersebut mempunyai manna atau kekuatan namun sejarah dapat mencatat dan bisa kita teliti bukti-bukti-nya. Adapun catatan mengenai tujuh belas ini banyak kita temui diantaranya dapat kita paparkan dalam kesempatan ini, yaitu : 17 tahun, adalah merupakan sweet seventeenth bagi manusia yang menginjak usia remaja, saat muda belia, itulah yang disebut pemuda, apakah itu pria atau wanita, sehingga di usia inilah mereka rayakan ulang tahun, minimal sekali itu saja dalam hidupnya, 17 tahun klo ditinjau dari kaidah piqih adalah merupakan awal baligh seseorang sehingga dalam hukum positif maupun hukum agama bahwa orang ini sudah dewasa, dapat atau bisa menjadi subyek ataupun obyek hukum, sehingga yang sudah berumur 17 tahun ini harus memiliki KTP atau Kartu Indentitas diri, 17 tahun menurut para ahli adalah merupakan masa subur pertumbuhan bagi manusia untuk melangsungkan reproduksi sehingga bisa menghasilkan keturunan yang lebih produktif, maka di usia inilah yang paling ideal, melestarikan keturunan dengan menikah. Tanggal 17 merupakan pertengahan Bulan Purnama dimana dia bisa menampakkan wajahnya secara bulat total dan pancaran cahaya yang terang benderang. Klo kita tengok sejarah ternyata tidak sedikit (atau kurang lebih dari 354 tahun) bangsa Indonesia dijajah oleh komveni Belanda dan Jepang, sehingga dirasakan oleh bangsa indonesia berbagai penderitaan dan kesengsaraan, karena yang terjadi adalah perbudakan, penindasan, pemerkosaan, perampasan hak2 rakyat dan adu domba, memecah belah bangsa indonesia dari negara kesatuan yang terhampar di rangkaian jambrut garis katulistiwa yang sering disebut Nusantara bersambung dan berjajar pulau2 dari sabang sampai meuroke, yang tentunya banyak, meninggalkan pengaruh negatif terhadap perkembangan dan kemajuan bangsa baik dari segi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pendidikan, dan pertahanan keamanan nassional (ipoleksosbudmilhankamnas). Perintis kemerdekaan, pemuda, para pahlawan meskipun dengan perlengkapan yang minimal dan tradisional yaitu bambu yang diruncingi siap melawan senjata mesin dan teknologi perang yang canggih dari senjata api sampai bom pembunuh massal. Namun mereka tetap gigih berjuang merebut kemerdekaan walaupun tarohannya jiwa dan raga bahkan sampai pertumpahan darah/titik darah penghabisan, pantang mundur, walaupun tidak logis atau irasional menurut logika, bambu apa bisa mengalahkan teknologi perang?, tetapi terus maju dengan keyakinan dan keberanian hati serta Berkat Rahmat Yang Maha Kuasa. Tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia MERDEKA adalah merupakan hari bersejarah bagi bangsa indonesia khusunya dan dunia pada umumnya bahwa proklamator Ir. Soekarno dan Moh. Hatta memproklamasikan atas nama rakyat dan bangsa indonesia yang menyatakan kemerdekaan Indonesia dengan perjuangan para pahlawan, syuhada merebut kemerdekaan Indonesia, yang diselengarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Di tanggal 17 inilah bangsa Indonesia memperingati dan merayakan Kemerdekaan Indonesia... .........................................Dirgahayu Indonesia......................... Pengakuan yang tulus dan jujur dari para perintis kemerdekaan yang dibarengi dengan ketakwaannya, maka para perintis kemerdekaan menyebutkan bahwa kemerdekaan itu atas berkah dan rahmat Tuhan yang maha kuasa, maka Indonesia telah mencapai pintu gerbang kemerdekaannya Namun dalam perjalanannya yang ke 63 Indonesia masih terbelakang dan terkekang yang tidak terlepas dari imperialis Barat dan Eropa menyangkut ipoleksosbudmilhankamnas, yang masih terasa sampai saat ini. Terbukti belum semua rakyat indonesia dapat mengecap pendidikan, dan tidak semua rakyat menikmati hasil pembangunan dan hasil kekayaan alamnya, rakyat masih merasakan kejolak ekonomi, harga kebutuhan semakin melonjak seperti bertamu di dalam rumahnya sendiri, bahkan pemerintah masih didikte oleh negara lain dalam menentukan sikap dan kebijakan ipoleksosbudmilhankamnas. Seharusnya klo sudah merdeka tidak ada lagi intimidasi atau provokasi bahkan penekanan2 dari negara manapun. Bangkitlah Indonesia jangan terlena dengan simbol2 kemerdekaan tapi isilah kemerdekaan ini dengan membangun dan mempertahankan jatidiri dan martabat bangsa serta ipoleksosbudmilhankamnas yang tidak lagi menjadi jajahan imperialis. Hidup bangsaku damailah negeriku, bangunlah jiwadan ragaku...Indonesia. 17 Rhamadhan adalah merupakan tonggak sejarah turunnya Alquran yang pertama kali di wahyukan kepada Nabi Besar, khotaman nabii, walmursalin, lanabiya ba’dahu, Muhammad SAW, sehingga orang mengenal Nuzulul Qur’an yang konon diperingati tiap pertengahan bulan puasa dimana hari itu Jum’at 17 Agustus 45 Indonesia menyatakan kemerdekaan... Alquran diturunkan Allah sebagai pedoman manusia yang memberikan pedoman, petunjuk, pelajaaran dan peringatan mana yang makruf atau bajik dan munkar atau maksiat serta rahmat (kemerdekaan dan kedamaian) bagi semesta alam bahkan pembeda antara hak dan batal, maka para pahlawan mengamalkannya 17 rakaat sebagai manifestasi selaku muslim untuk bangkit dan memperjuangkan hak2 martabat bangsa. Dalam Quran Surat yang ke 17 yaitu Surat Al-Isra, yang menerangkan bahwa Allah memperjalankan HambaNya (Isra), Nabi Besar, khotaman nabii, walmursalin, lanabiya ba’dahu, Muhammad SAW yaitu dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian dinaikkan (Miraj) ke langit satu (1) sampai langit ke tujuh (7) dan beraudiensi dengan Allah di Sidratul Muntaha. Peristiwa ini disebut dengan ISRA MI’RAJ, makanya orang yang cinta akan nabinya akan mengenang peristiwanya dan mereka memperingatinya. Kronologis sebelum Allah memperjalankan dan mengangkat Rasulnya, Nabi Muhammad, tertekan, diintimidasi bahkan dikepung oleh Jahiliyah Qurais mau dibunuh, maka harus ditangkap hidup atau mati, kemudian beliau mengungsi atau hijrah ke kampung Thaif lalu mereka mengembargo segala kebutuhan pokok, sehingga para pengikutnya berangsur-angsur wafat termasuk kekasih tercintaannya yaitu istri beliau sendiri, Siti Khadijah dan pamannya. Ternyata ujian berat yang dialami beliau dapat dilaluinya dengan sabar dan tawakal, maka Allah meng-isra miraj-kan beliau. Adapun oleh2 atau hasil audiensi dengan Allah tersebut adalah menerima wahyu untuk melaksanakan sholat yang dikenal dengan SHALAT Fardu lima waktu yakni, Isa, Subuh, Lohor, Ashar dan Maghrib. (ISLAM). Jadi yang membedakan seorang Muslim atau bukan adalah Shalat, sehingga tidak ada qodo (mengganti/membayar) bagi sholat, artinya kewajiban untuk melaksanakan sholat tetap mesti kudu dikerjakan meskipun dalam kondisi dan situasi apapun, sehingga wajibnya mendirikan shalat sesuai dengan kaifiat dan tumaninah, bila tidak mampu berdiri silakan posisi duduk...dan bila duduk tidak bisa juga... silakan berbaring dan bila berbaring tidak bisa silakan dengan isarat atau semampunya...dan bila tidak bisa apa-apa maka disholatkan saja... Begitu patennya wajib sholat sehingga tidak bisa kompromi meninggalkannya, karena hal ini disabdakan-rasul-Nya bahwa bila kita melaksanakan sholat maka sama dengan kita mendirikan agama (Islam) dan bila meninggalkannya maka kita sama dengan keluar atau meruntuhkan/merusak Islam. Nudzubillahi mindalik... Mari kita menetapi Shalat... Dengan shalat insyaAllah kita akan mendapatkan kemerdekaan yang hakiki (qad aflahal muminun alladzinahum fishalatihim khasiun), dari shalat akan melahirkan kepedulian sosial, menumbuhkan persatuan dan kesinambungan yang selaras dan setujuan dalam membangun negeri dan bangsanya, dengan shalat akan memunculkan synergi patriotik yang tidak monoton membias dalam kehidupannya untuk membangun dan memelihranya sehingga dia akan mencegah kepada pengrusakan atau yang meruntuhkan termasuk perbuatan yang keji dan mungkar. 17 Rakaat, adalah jumlah bilangan rakaat dalam melaksanakasn Shalat dari mulai Isa (4 ), Subuh (2), Lohor (4), Ashar (4) dan Maghrib (3) sehingga sehari semalam yang wajib dikerjakan 17 rakaat (42443 saluran langsung bebas pulsa/gratis....) Bagi kita Bangsa Indonesia, 17 Agustus 1945 dikenal dan diperingati sebagai hari Kemerdekaan Indonesia yang bertepatan dengan 17 rhamadhan, dimana kaum muslimin juga senantiasa memperingati nuzulul Qur’an atau diturunkan Alquran. Di dalam Qur’an surat ke 17 ayat 1 Allah menerangkan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW. Oleh2 Isra Miraj ini diwahyukannya perintah Shalat Lima waktu yang bilangannya 17 rakaat, sehingga orang yang dapat melaksanakan sholat sesuai kaifiat dan tumaninah maka dia telah dewasa dan Islam, yang telah mengisi kemerdekaan dengan tidak hanya memperingati Isra Miraj semata akan tetapi sekaligus memperingati Kemerdekaan Indonesia dan juga memelihara dan berjuang mempertahankannya. Pemuda adalah bagian dari manusia yang produktif, saatnya untuk berjuang, belajar dan berkarir serta menentukan sikap untuk mempersiapkan diri untuk masa mendatang. Pemuda mudah berkarya dan bersosialisasi yang dapat mempersatukan bangsa sehingga dengan pemuda di indonesia melahirkan sumpah pemuda. Di saat inilah peluang dan tantangan datang, walaupun banyak rintangan yang menghadang pemuda pantang menyerah, termasuk dalam merebut kemerdekaan indonesia, dia tidak akan mengatakan tidak bisa sebelum mencobanya, tidak mudah goyah dengan berbagai bujuk rayuan, sehingga dia akan mengisi kemerdekaan dan mempertahankannya serta membentuk jati diri dan mengkarakteristik dalam identitasnya. Hal ini akan kita jumpai pada diri orang yang khusu dalam shalatnya. Amiin Merdeka! ... Dirgahayu Indonesia ke 63 17 Agustus 2008

Thursday, 12 June 2008

Manusia yang baik

Hidup adalah perjuangan, yang tentunya memerlukan pengorbanan, dan pengorbanan itu adalah risikonya, walau sekecil apapun, sebagai wujud dari pengorbanan, dan tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan, oleh karena itu maka tidak akan hidup tanpa perjuangan, hal ini tercermin dalam kronologis kejadian manusia dimana sperma berjuang untuk mendapatkan pembuahan dari ovum, sehingga dari beribu sel sperma berlomba satu sama lain sehingga yang berhasil dibuahi ovum adalah satu (zygot atau embrio). Demikian pula dalam pertandingan bidang olah raga, berjuang kompetitif dari mulai babak penyisihan yang jumlah pesertanya banyak membludak sampai babak final yang pada ahirnya yang menjuarai hanya satu. Itulah perjuangan yang ditargetkan untuk menang dalam hal ini menjadi yang terbaik. Pada umumnya manusia ingin menjadi yang terbaik...hal ini juga sesuai dengan fitrah dan perintah agama untuk berlomba dalam kebaikan, akan tetapi kadang kita enggan belajar agama (sebagian kalangan memandang agama tidak menguntungkan dan hanya iming2 yang membuang waktu saja katanya) sehingga pengetahuan tentang agama menjadi minim bahkan minus yang mengakibatkan dekadensi moral atau tidak baik dalam pengamalannya. Situasi dan konsisi seseorang di mana dia dilahirkan dan di mana dia mengecap pendidikan akan melahirkan apresiasi dan kongklusi tersendiri, sehingga satu sama lain individu akan berbeda dalam menanggapi suatu opini atau peristiwa bergantung dari fokus dan sudut pandang dia menginterpretasikannya, belum lagi kebutuhan subyektifitas yang mempengaruhinya. Berbagai peristiwa yang muncul dalam opini tentu akan terjadi berbeda pendapat, dimana pendapat satu dengan yang lain merasa dirinya yang benar sehingga orang lain dianggap tidak benar, yang pada ahirnya akan mucul satu sama lain saling memaki dan menghasut serta mengutuk yang dianggapnya tidak sama. Bila kita bicara kebaikan tentu akan berbeda satu dengan yang lainnya, karena tiap individu mempunyai pendapat dan alasan masing2 sehingga tidak akan mendapatkan titik temu, bila semuanya ingin memaksakan kehendak/pendapatnya diterima oleh orang lain, boleh saja rambut sama hitamnya akan tetapi pikiran dan perasaan manusia bebeda dan menghasilkan keputusan yang tidak sama, sehingga bukan lagi manusia yang harus bicara tetapi harus ada dari kekuatan atau kekuasaan yang mengatur manusia dan tentunya Dialah yang mencipatakan manusia yang tahu persis apa yang harus dilakukan manusia dan mengakomodirnya, sebagaimana mobil BMW dalam pemakaian dan perawatannya tidak mungkin dikasih panduan dari Toyota atau Mitsubisi, jadi tentunya harus panduan BMW. Begitu pula manusia tentunya harus mengacu pada pandungan dari Tuhan yang menciptakannya (back to basic). Oleh karena itu, siapakah yang terbaik diantara kita sebagai mananusia?, Berkaitan dengan pembicaraan tersebut di atas, maka sudah saatnya kita berintrospeksi dan mengkaji diri, yang tentunya akan selamat klo kita kembali kepada basicnya yaitu literatur, pedoman dan acuan yang telah disepakati oleh semua pihak, acuan yang tegas sebagai pola hidup dan berprikehidupannya. Tidak lagi bicara warna, kelompok, atau ras, kita lepas pakaian kita untuk sementara agar kita berpadu dalam satu tatanan sinergi (seperti dalam semboyan bersatu kita utuh bercerai kita runtuh). Kembali kepada pertanyaan siapakah orang yang baik? ‏و حدثني ‏ ‏سعيد بن يحيى بن سعيد الأموي ‏ ‏قال حدثني ‏ ‏أبي ‏ ‏حدثنا ‏ ‏أبو بردة بن عبد الله بن أبي بردة بن أبي موسى ‏ ‏عن ‏ ‏أبي بردة ‏ ‏عن ‏ ‏أبي موسى ‏ ‏قال قلت ‏ ‏يا رسول الله أي الإسلام أفضل قال ‏ ‏من ‏ ‏سلم ‏ ‏المسلمون من لسانه ويده ‏ ‏و حدثنيه ‏ ‏إبراهيم بن سعيد الجوهري ‏ ‏حدثنا ‏ ‏أبو أسامة ‏ ‏قال حدثني ‏ ‏بريد بن عبد الله ‏ ‏بهذا الإسناد قال سئل رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏أي المسلمين أفضل ‏ ‏فذكر مثله ‏ Sebagai contoh dan patut kita renungkan sebagaimana yang disabdakan oleh utusan Allah yakni Nabi Akhir Zaman Muhammad SAW bahwa "Orang yang baik adalah muslimin yang dapat memelihara dan menjaga orang lain dengan lisan dan tangannya dari gangguannya" (alhadits 22*). Hal ini kita bisa maklumi bahwa dari mulut dan lidah kita terucap kata dan bicara (lisan) yang notabene lidah tah bertulang kadang tanpa kita sadari bicara seenak dewe apakah itu sesuai dengan keadaan dan argumentasinya atau subyektif dalam berpendapat, seharusnya kita dudukkan perkara tersebut sesuai dengan porsinya dan potensi masing2. Kadang pula dari lisan ini tidak terasa mencibir, menghasut, mengatai/memaki, menghina dan memfitnah serta mengadu domba orang lain yang itu semuanya akan berakibat pada kerusakan dalam berinteraksi sosial yang akhirnya akan saling jotos dan saling meprovokasi, padahal klo kita kaji dan kita renungkan yang kita intimidasi dan kita introgasi adalah saudara kita sendiri yang memiliki keimanan yang sama dan memeiliki tanah air yang sama yaitu tanah Indonesia, alangkah baiknya kita gunakan untuk bermusyawarah dan kita selesaikan persoalan kita secara bersama tanpa harus gontok2an dan saling menyalahkan. Itulah pekerjaan lisan. Oleh karena itu kita punya hati dan akal budi untuk mengkaji dan berintrospeksi, makanya sebelum berucap alangkah baiknya kita coba jaga jangan asal bicara. Demikian pula tangan yang Allah berikan kepada kita bukan untuk digunakan sebagai alat kekuasaan atau kebuasan semata, akan tetapi tangan kita gunakan untuk menata kekuatan persatuan dan bekerja mengembangkan potensi dan kemampuan ini dalam membangun bangsa dan bernegara secara bersama, saling berjabat tangan dalam satu barisan kebhinekaan. Seperti hal dalam membangun gedung adalah menyatukan dari berbagai perbedaan matrial apakah semen, pasir, besi, air dan lainnya tidak harus lebih utama atau akulah yang paling baik dan paling kuat sehingga harus ditonjolkan. Tanpa terasa jari tangan kita menunjuk orang secara fitnah atau menunjuk tanpa dasar. Padahal klo diingat filsafat menunjuk itu lebih banyak kembali kepada diri kita sendiri, cobalah kita segera bercermin, merenung dan berintrospeksi. Demikian dalam berinteraksi sosial. Jangan agama yang dijadikan alasan, atau pemuas kebutuhan bahkan hanya memenuhi nafsu semata dalam meraih kekuasaan, atau perhiasan dunia. Kadang kita mengatas namakan agama bahkan ada yang berani dagang agama, sudah tentu pasti keuntungan semata yang dicari. Memang klo merujuk Firman Allah dan sabda rasulAllah kita harus amar ma'ruf nahi munkar...(apabila kamu melihat suatu kemaksiatan, kemusrikan, kezhaliman, kemesuman cegahlah dengan tanganmu, apabila tidak bisa maka dengan lisanmu dan bilamana dengan lisan juga tidak mampu maka cukup dihati 29*) bahwa perbuatan mungkar ini harus dicegah, akan tetapi bila terburu nafsu maka tangannyalah yang bicara, padahal klo tangan yang bicara tidak menyelesaikan masalahnya, sehingga tangan yang dimaksudkan adalah kekuatannya, atau power yang dimilikinya seperti bos lebih mudah mencegahnya dengan kekuasannya dengan ancaman pecat dan tindakan tegas. Ingat perintah Allah "serulah manusia kedalam jalan tuhannya dengan hikmah dan pelajaran yang baik atau membantah dengan cara yang baik" (16:125), lebih lanjut pula ditegaskan agar "bermusyawarahlah diantara kamu dalam urusanmu" dengan kata lain tidak menunjukkan yang provokatif bahkan telah dicontohkan oleh Nabiullah berulang-ulang diludahi musuh tidak membalas, bahkan diperlakukan dengan kebaikan. Jika merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunnah, kita akan menemukan pangkal masalahnya, yaitu hati yang rusak karena kecenderungan pada syahwat. “Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” (Al-Hajj: 46). Rasulullah saw. bersabda, “Ingatlah bahwa dalam tubuh ada segumpal daging, jika baik maka seluruh tubuhnya baik; dan jika buruk maka seluruhnya buruk. Ingatlah bahwa segumpul daging itu adalah hati.” (Muttafaqun ‘alaihi). Imam Al-Ghazali pernah ditanya, “Apa mungkin para ulama (para dai) saling berselisih?” Ia menjawab,” Mereka akan berselisih jika masuk pada kepentingan dunia.” wallahu alam

Saturday, 7 June 2008

Akibat Berbuat Maksiat

Akibat Berbuat Maksiat 1. Janganlah memandang kecil kesalahan (dosa) tetapi pandanglah kepada siapa yang kamu durhakai. (HR. Aththusi) 2. Perbuatan dosa mengakibatkan sial terhadap orang yang bukan pelakunya. Kalau dia mencelanya maka bisa terkena ujian (cobaan). Kalau menggunjingnya dia berdosa dan kalau dia menyetujuinya maka seolah-olah dia ikut melakukannya. (HR. Ad-Dailami) 3. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya. Tiada dua orang saling mengasihi lalu bertengkar dan berpisah kecuali karena akibat dosa yang dilakukan oleh salah seorang dari keduanya. (HR. Ad-Dailami) 4. Celaka orang yang banyak zikrullah dengan lidahnya tapi bermaksiat terhadap Allah dengan perbuatannya. (HR. Ad-Dailami) 5. Barangsiapa mencari pujian manusia dengan bermaksiat terhadap Allah maka orang-orang yang memujinya akan berbalik mencelanya. (Ibnu Hibban) 6. Tiada sesuatu yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan tiada yang dapat menambah umur kecuali amal kebajikan. Sesungguhnya seorang diharamkan rezeki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya. (HR. Tirmidzi dan Al Hakim) 7. Tiada seorang hamba ditimpa musibah baik di atasnya maupun di bawahnya melainkan sebagai akibat dosanya. Sebenarnya Allah telah memaafkan banyak dosa-dosanya. Lalu Rasulullah membacakan ayat 30 dari surat Asy Syuura yang berbunyi : "Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (Mashabih Assunnah) 8. Apabila suatu kesalahan diperbuat di muka bumi maka orang yang melihatnya dan tidak menyukainya seolah-olah tidak hadir di tempat, dan orang yang tidak melihat terjadinya perbuatan tersebut tapi rela maka seolah-olah dia melihatnya. (HR. Abu Dawud) 9. Barangsiapa meninggalkan maksiat terhadap Allah karena takut kepada Allah maka ia akan memperoleh keridhoan Allah. (HR. Abu Ya'la) 10. Jangan mengkafirkan orang yang shalat karena perbuatan dosanya meskipun (pada kenyataannya) mereka melakukan dosa besar. Shalatlah di belakang tiap imam dan berjihadlah bersama tiap penguasa. (HR. Ath-Thabrani) 11. Jangan menyiksa dengan siksaan Allah (artinya: menyiksa dengan api). (HR. Tirmidzi dan Al-Baihaqi) 12. Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang maka dipercepat tindakan hukuman atas dosanya (di dunia) dan jika Allah menghendaki bagi hambanya keburukan maka disimpan dosanya sampai dia harus menebusnya pada hari kiamat. (HR. Tirmidzi dan Al-Baihaqi) 13. Apabila kamu menyaksikan pemberian Allah dari materi dunia atas perbuatan dosa menurut kehendakNya, maka sesungguhnya itu adalah uluran waktu dan penangguhan tempo belaka. Kemudian Rasulullah Saw membaca firman Allah Swt dalam surat Al An'am ayat 44 : "Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu, mereka terdiam berputus asa." (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani) 14. Sayyidina Ali Ra berkata: "Rasulullah menyuruh kami bila berjumpa dengan ahli maksiat agar kami berwajah masam." (HR. Ath-Thahawi) 15. Bagaimana kamu apabila dilanda lima perkara? Kalau aku (Rasulullah Saw), aku berlindung kepada Allah agar tidak menimpa kamu atau kamu mengalaminya. (1) Jika perbuatan mesum dalam suatu kaum sudah dilakukan terang-terangan maka akan timbul wabah dan penyakit-penyakit yang belum pernah menimpa orang-orang terdahulu. (2) Jika suatu kaum menolak mengeluarkan zakat maka Allah akan menghentikan turunnya hujan. Kalau bukan karena binatang-binatang ternak tentu hujan tidak akan diturunkan sama sekali. (3) Jika suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan maka Allah akan menimpakan paceklik beberapa waktu, kesulitan pangan dan kezaliman penguasa. (4) Jika penguasa-penguasa mereka melaksanakan hukum yang bukan dari Allah maka Allah akan menguasakan musuh-musuh mereka untuk memerintah dan merampas harta kekayaan mereka. (5) Jika mereka menyia-nyiakan Kitabullah dan sunah Nabi maka Allah menjadikan permusuhan di antara mereka. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah) 16. Tiada seorang berzina selagi dia mukmin, tiada seorang mencuri selagi dia mukmin, dan tiada seorang minum khamar pada saat minum dia mukmin. (Mutafaq'alaih) Penjelasan: Ketika seorang berzina, mencuri dan minum khamar maka pada saat itu dia bukan seorang mukmin. 17. Aku beritahukan yang terbesar dari dosa-dosa besar. (Rasulullah Saw mengulangnya hingga tiga kali). Pertama, mempersekutukan Allah. Kedua, durhaka terhadap orang tua, dan ketiga, bersaksi palsu atau berucap palsu. (Ketika itu beliau sedang berbaring kemudian duduk dan mengulangi ucapannya tiga kali, sedang kami mengharap beliau berhenti mengucapkannya). (Mutafaq'alaih) 18. Rasulullah Saw melaknat orang yang mengambil riba, yang menjalani riba dan kedua orang saksi mereka. Beliau bersabda: "Mereka semua sama (berdosanya)". (HR. Ahmad) 19. Ada empat kelompok orang yang pada pagi dan petang hari dimurkai Allah. Para sahabat lalu bertanya, "Siapakah mereka itu, ya Rasulullah?" Beliau lalu menjawab, "Laki-laki yang menyerupai perempuan, perempuan yang menyerupai laki-laki, orang yang menyetubuhi hewan, dan orang-orang yang homoseks. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani) 20. Tiap minuman yang memabukkan adalah haram (baik sedikit maupun banyak). (HR. Ahmad) 21. Allah menyukai keringanan-keringanan perintahNya (rukhsah) dilaksanakan sebagaimana Dia membenci dilanggarnya laranganNya. (HR. Ahmad) 22. Ada tiga jenis orang yang diharamkan Allah masuk surga, yaitu pemabuk berat, pendurhaka terhadap kedua orang tua, dan orang yang merelakan kejahatan berlaku dalam keluarganya (artinya, merelakan isteri atau anak perempuannya berbuat serong atau zina). (HR. An-Nasaa'i dan Ahmad)

Monday, 26 May 2008

(Identitas Muslim atau potret orang Islam)

Identitas Muslim Segala sesuatu ditandai dengan sifat dan ciri-ciri yang dimilikinya, sedemikian rupa sehingga satu dan lainnya tidak akan sama, meskipun satu spesis tetapi dia mempunyai perbedaan yang mencolok, demikian pula dalam pembicaraan agama, seseorang dikatakan baik dan tidak baik tentu ada perbedaan yang mencolok. Orang bilang rambut boleh sama hitamnya, akan tetapi hati manusia siapa yang tahu, Tidak sedikit orang mengenal Islam, akan tetapi masih banyak orang tidak tahu identitasnya (ciri-ciri Muslim=orang yang menganut agama Islam), Apapun Muslim yang dikenal dan dilihat oleh masyarakat adalah nampak sebagaimana pada lazimnya, seperti yang sering kita saksikan di mesjid-mesjid, di majelis-majelis atau di tempat pengajian, mereka menggunakan busana berjubah lengkap dengan serbannya, atau pecinya, dan perempuan berbusana dengan berjilbab paling tidak berkerudung, bahkan ketika seorang anak pergi ke mesjid tidak menggunakan sarung lalu mereka dikomplain bukan orang Islam, padahal semuanya itu asesoris dan model berbusana, hal ini bisa saja terjadi ketika orang masih punya anggapan bahwa beginilah Muslim (orang Islam), termasuk ada sebagian yang mengatasnamakan umat islam berpakaian seperti di atas dengan alasan jihad lalu memerangi dan menteror orang yang bukan golongannya. Entah kebetulan atau suatu pembuktian, dimana ustadz yang dikenal sebagai pendakwah atau ceramah tiap kali pengajian notabene selalu berpakaian sarung, kemeja taqwa dan lengkap selendang serban dengan kopiahnya, akan tetapi pada waktu bukan gilirannya, dia datang sebagai mustami dan tidak lagi berpakaian sebagaimana biasanya, sehingga para hadirin dan mustami tidak lagi mengenal bahwa itu ustadz mereka... Suatu ketika, di lain kampung terjadi di sebuah majelis pengajian...seorang ustadz berkata...bahwa seseorang dikatakan bertakwa klo dia mau memelihara jenggotnya, hal ini telah dicontohkan oleh nabi, maka takwa sesorang bergantung dari jenggotanya, artinya semakin panjang jenggotnya, orang itu dianggap sudah tinggi ketakwaannya.... Dari penerangan tadi hening tak ada suara yang membantah...begitu patuhnya mustami terhadap seorang ustadz, semua ikut menyimak...lalu terdengarlah si pulan berkata kepada ustadznya....Pak ustadz saya punya kambing yang janggotnya sudah panjang...berarti kambing saya itu sudah lebih takwa dari pada saya...(ustad tersentak dan terdiam tanpa komentar sejenak) Ada sebagian orang tua di desa yang menganggap musik dangdut itu haram, konon yang membawakannya inul dengan gaya ngebornya, termasuk blues, rock jazz, dan lain sebagainya yang diimpor dari luar negeri, kecuali yang dianggap mereka islami seperti kasidahan, rebana atau gambus, akan tetapi dalam era globalisasi ini, dunia luar yang dikatakan jauh dengan biaya yang mahal kalo kita jelajahi, sekarang bisa kita saksikan di layar monitor, atau hp dan ternyata tidak jauh dan mudah diakses sehingga apa yang dikatakan islami, ternyata tidak berbeda dengan apa yang biasa nampak di desa-desa, Dalam sebuah dakwahnya ada seorang ustadz membahas tentang sedekah... ”hadirin tidak dikatakan beramal bilama kita memberi sedekah yang jelek, oleh karena itu memberi harus apa yang kita cintai”.... konon anaknya yang ikut menyimak ceramah tadi spontas dan tidak pikir panjang lebar, dia ingat akan peliharaan yang dicintai ayahnya, yaitu si ”pelung”....lantas dipotong dan masakannya disedekahkan ke tetanngganya..... Keesokan harinya saat makan bersama tersedia tulang belulang pasakan anaknya...sang ayah bertanya...kok hari ini tidak dengar suara kokok si pelung nak...lalu anaknya menjawab...ya tidak berkokok lagi yah, udah kita makan....ayah heran ...”lah kenapa dipotong dan yang dimakan cuma tulangnya, itu peliharaan ayah satu-satunya yang dicintai”....sang anak menjawab dengan kalem...bukan ayah sendiri yang berdakwah begitu....”bukankah harus memberi apa yang kita cintai”..sementara kami tahu bahwa ayah cinta si pelung, maka kami potong dan dibagikan ke tetangga... Dengan kekecewaannya itu ayah menjelaskan maksud dari dakwahnya...”itukan untuk mustami supaya mereka berbuat yang terbaik untuk kita...bukan kita mengasih mereka”..... Dalam sebuah mushola terdapat jamaah sedang melakukan sholat, entah lupa yang dibaca imam atau ragu...ber-ulang2 membaca ...inna .....inna ....inna ... makmum dibelakang spontan menyahut ... inna lillahi wa inna ilaihi rajiun... yang disampingnya mengingatkan dengan isyarat, maksudnya ”ga boleh dalam shalat ada gerakan lain termasuk bicara”... kemudian yang lainnya tahu keadaan begitu lantas ngasih tahu dan bicara ”kamu ga boleh bicara, batal itu”... yang lainpun ikut bicara ”kamu juga ga boleh ngomong, sama aja batal juga”..terus saling mengingatkan...sampai kepada makmum yang terakhir dan dia bilang ”untung gua gak ngomong”.... Orang asing segitu susahnya mo tidur, sampai harus minum obat segala, tetapi sebagian dari umat islam begitu mudahnya, walaupun bukan di kamar tidur, tanpa springbed lagi...ketika khatib berwasiat.... ”hadirin jamaah jumat rahimakumullah... bahwa amal itu terbagi dua, yaitu ada amal yang baik dan ada pula yang buruk... oleh karena itu ambil yang baik2 saja dan tinggalkan yang jelek2nya” sebagian dari jamaah ada yang manggut-manggut seakan sudah faham dan tahu permasalahan... dan ada sebagian mendengar sambil ngantuk dan ada juga yang lelap bagai dinina bobokan. Akhir cerita, setelah shalat imam baca doa ”Allahumma antassalam...”..rupanya cepat2 keluar bukannya ikut baca doa malah... Allahumma lantaas jalan....dipilihnya salah satu sepatu yang paling baik lalu dipakainya... Tentu saja yang lain teriak...pa..pa..pa ini bukan hak sampeyan kok main ambil saja... lah ini saya ngamalin wasiat khatib tadi, ”ambil yang baik2 aja dan tinggalkan yang jelek”, ”kebetulan sendal jepit saya dah jelek pa..”... Seorang pedagang mulai mengeluh karena semakin banyak datang pesaingnya, sehingga omset dia berkurang, akhirnya gundah gulana, tidak bisa menerima dan pengen meningkatkan yang lebih baik, tetapi dia belum tahu caranya, sehingga dia datanglah kepada orang pintar yang menurut kaumnya punya ilmunya, kemudian si pedagang tadi menuturkan permasalahanya dan minta supaya omsetnya bertambah banyak. Kemudian orang pintar memberi bacaan yang harus diamalkan oleh pedagang itu ”yakatimu....yakaliru....yakatipu..” dan ternyata daganganya habis ... tertipu dan merugi terus karena keliru perhitungannya dan akhirnya bangkrut. Seorang hartawan dengan senang dan bangga telah sering melakukan haji dan umrah hampir tiap tahun ke tanah suci....suatu saat datanglah orang berhajat kepadanya dan mengutarakannya...”pa haji mohon tolong saya ”apa bisa pak haji pinjami uang sebesar tiga juta, kebetulan istri mo melahirkan, tetapi harus disesar dengan biaya yang tidak sedikit”.,.. ”klo begitu melahirkan biasa aja kenapa”...kata pa haji dengan muka yang ketus...lalu si pulan bicara lagi ”justru itu pa solusi terahir harus menjalani sesar”. ”Kamu klo memang ga punya duit jangan disesar”, ”lagi pula klo mau, harusnya kamu menabung dari awal sehingga sudah waktunya kamu ada untuk biaya dokter dan rumah sakit”....Pa saya bagaimana menabung penghasilan saya cuma lima ribu, sementara kebutuhan makanpun lebih dari lima ribu sehari. Lantas bagaimana kamu mo pinjam uang sementara kamu gak bisa bayar” Inilah potret umat Islam, tetapi apakah ini identitas Muslim, hanya teman2 yang tahu jawabannya.... --------------------mutiara kata..................................................................................... "Kalau rizki itu di tangan ALlah, kenapa engkau ikut campur? Kalau Allah sudah menjanjikan ganti yang lebih baik, kenapa engkau bakhil?? Kalau sesungguhnya surga itu benar adanya, kenapa engkau masih beristirahat? Kalau sesungguhnya neraka itu benar adanya, kenapa engkau bermaksiat? Kalau sesungguhnya pertanyaan Munkar Nakir itu benar adanya, kenapa engkau masih disibukkan oleh aib orang lain? Kalau sesungguhnya dunia ini fana, kenapa engkau tenang di dalamnya? Kalau sesungguhnya "hisab" benar adanya, kenapa engkau terus mengumpulkan (dosa-dosa)? Kalau sesungguhnya segala sesuatu terjadi karena qodho dan qodar-Nya, kenapa engkau takut?" (Imam Ahmad bin Hambal)

Sunday, 25 May 2008

Pergaulan Suami Istri

Bagaimana Pergaulan Suami Istri menurut Sunnah وَمِنْ ءَايَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (الروم2( “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” Ar Rum:21 Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman (2:222) Seorang istri haram menolak ajakan suaminya di atas tempat tidur > Apabila seorang istri bermalam meninggalkan atau menjauhi tempat tidur suaminya maka malaikat akan melaknat sampai suami ridho Hadis riwayat Maimunah ra., ia berkata: Rasulullah saw. biasa menggauli (tanpa senggama) istri-istri beliau yang sedang haid dari luar izaar (kain bawahan menutupi bagian tubuh dari pusar ke bawah Hadis riwayat Ummu Salamah ra., ia berkata: Ketika aku sedang berbaring bersama Rasulullah saw. dalam satu selimut, tiba-tiba aku haid, maka aku keluar dengan pelan-pelan lalu mengambil pakaian khusus waktu haid. Rasulullah saw. bertanya kepadaku: Apakah engkau haid? Aku jawab: Ya. Beliau memanggilku dan aku berbaring lagi bersama beliau dalam satu selimut. Zainab binti Ummu Salamah berkata: Dia (Ummu Salamah) dan Rasulullah saw. mandi jinabat bersama dalam satu bejana Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata: Apabila salah seorang di antara kami sedang haid, Rasulullah saw. memerintahkan untuk memakai izaar (kain bawahan menutupi bagian tubuh dari pusar ke bawah atau cd lah), kemudian beliau menggaulinya (tanpa senggama) Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Nabi saw. bersabda: Apabila seorang istri bermalam meninggalkan atau menjauhi tempat tidur suaminya maka malaikat akan melaknatinya sampai pagi Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Apabila salah seorang mereka akan menggauli istrinya, hendaklah ia membaca: "Bismillah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami". Sebab jika ditakdirkan hubungan antara mereka berdua tersebut membuahkan anak, maka setan tidak akan membahayakan anak itu selamanya Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata: Adalah Rasulullah saw. mencium salah seorang istri beliau dan beliau sedang berpuasa lalu istrinya tersenyum Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata: Kami berperang bersama Rasulullah saw. melawan Bani Musthaliq lalu kami berhasil menawan beberapa wanita Arab yang cantik. Kami sudah lama tidak berhubungan dengan istri, maka kami ingin sekali menebus mereka sehingga kami dapat menikahi mereka secara mut`ah dan melakukan `azal (mengeluarkan sperma di luar kemaluan istri untuk menghindari kehamilan). Kami berkata: Kami melakukan demikian sedang Rasulullah berada di tengah-tengah kami tanpa kami tanyakan tentang hal tersebut. Lalu kami tanyakan juga kepada beliau dan beliau bersabda: Tidak apa-apa walaupun tidak kamu lakukan karena tidak ada satu jiwa pun yang telah Allah tentukan untuk tercipta sampai hari kiamat kecuali pasti akan terjadi (ini hadits yang digunakan dalam salah satu cara ber-KB) Hadis riwayat Aisyah ra. istri Nabi saw.: Rasulullah saw. bersabda: Wahai Aisyah! Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut yang menyukai kelembutan. Allah akan memberikan kepada orang yang bersikap lembut sesuatu yang tidak diberikan kepada orang yang bersikap keras dan kepada yang lainnya.. (rasul selalu lembut dalam peranginya termasuk pada istri2nya) Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Demi Allah, salah seorang di antara kamu yang bersih keras untuk bersumpah dengan sesuatu yang berkenaan dengan istrinya adalah lebih berdosa di sisi Allah daripada ia membayar kafarat sumpahnya yang telah diwajibkan Allah Makruh bagi orang yang pulang dari bepergian untuk langsung menuju istrinya pada malam hari > Bahwa Rasulullah saw. tidak pernah mendatangi istri beliau dari bepergian pada malam hari tetapi Hadis riwayat Anas bin Malik ra.: Bahwa Rasulullah saw. tidak pernah mendatangi istri beliau dari bepergian pada malam hari tetapi beliau selalu mendatangi mereka pada pagi atau sore hari Hadis riwayat Anas ra., ia berkata: Ketika Rasulullah saw. dalam suatu perjalanannya ada seorang pelayan berkulit hitam bernama Anjasyah sedang memacu kudanya dengan bersyair (kuda yang membawa istri-istri Nabi saw.) Rasulullah saw. bersabda kepadanya: Wahai Anjasyah, pelan-pelan saja memacu kuda dan berlaku lembutlah kepada kaum wanita Manakah yang penting, Kekayaankah, Kesuksesan atau Kasih Sayang? Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut". Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang?" Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar". "Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali", kata pria itu. Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini". Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. "Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama sama", kata pria itu hampir bersamaan. "Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran. Salah seseorang pria itu berkata, "Nama dia Kekayaan," katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, Sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya, Sedangkan aku sendiri bernama Kasih Sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu." Wanita itu kembali masuk kedalam, & memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. "Ohho... menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan." Istrinya tak setuju dengan pilihan itu, Ia bertanya,"Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita." Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu, Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih Sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih Sayang." Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Kasih Sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih Sayang menjadi teman santap malam kita." Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. "Siapa diantara Anda yang bernama Kasih Sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini." Si Kasih Sayang bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho.. ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si Kasih Sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?" Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. "Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih Sayang, maka kemana pun Kasih Sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih Sayang, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih Sayang yang bisa melihat, hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. “Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan....saat kami menjalani hidup ini." “ Sesungguhnya orang orang yang beriman dan beramal saleh, kelak ALLOH Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa Kasih Sayang “ ( QS. Maryam : 96 )

.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More