Penonton lebih pintar dr Pemain

Umumnya manusia senang jadi penonton walaupun bukan pemain, karena memang bukan dan tidak alhlinya jadi pemain, akan tetapi walaupun cuma penonton lebih senang mengomentarinya seakan dia ahlinya seperti penonton bola..

Membantu Janda

1687 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata, Nabi saw. bersabda, Orang yang berusaha membantu para janda dan orang miskin, bagaikan orang...

Bersatulah jangan Bercerai-berai

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah keep

Kawinkanlah yang sendirian

Di usia selevel kita ini sudah saatnya kita mempersiapkan diri untuk anak-anak kita sebagai hak dan kewajiban kita untuk menikahkan mereka..

Showing posts with label Syukur. Show all posts
Showing posts with label Syukur. Show all posts

Wednesday, 15 May 2013

PILU IBU UNTUK ANAK BANGSA

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila Dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa:
"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri". (46:15)
Anaku….
Ini surat dari ibu yang tersayat hatinya.
Linangan air mata bertetesan deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang gagah lagi matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.

Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia. Ibu-ibu sangat memahami makna ini dengan baik. Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan psikis dan fisik. Sembilan bulan aku mengandungmu. Seluruh aktivitas aku jalani dengan susah payah karena kandunganku. Meski begitu, tidak mengurangi kebahagiaanku. Kesengsaraan yang tiada hentinya, bahkan kematian kulihat didepan mataku saat aku melahirkanmu. Jeritan tangismu meneteskan air mata kegembiraan kami.

Berikutnya, aku layaknya pelayan yang tidak pernah istirahat. Kepenatanku demi kesehatanmu. Kegelisahanku demi kebaikanmu. Harapanku hanya ingin melihat senyum sehatmu dan permintaanmu kepada Ibu untuk membuatkan sesuatu.

Masa remaja pun engkau masuki. Kejantananmu semakin terlihat, Aku pun berikhtiar untuk mencarikan gadis yang akan mendampingi hidupmu. Kemudian tibalah saat engkau menikah. Hatiku sedih atas kepergianmu, namun aku tetap bahagia lantaran engkau menempuh hidup baru.

Seiring perjalanan waktu, aku merasa engkau bukan anakku yang dulu. Hak diriku telah terlupakan. Sudah sekian lama aku tidak bersua, meski melalui telepon. Ibu tidak menuntut macam-macam. Sebulan sekali, jadikanlah ibumu ini sebagai persinggahan, meski hanya beberapa menit saja untuk melihat anakku.

Ibu sekarang sudah sangat lemah. Punggung sudah membungkuk, gemetar sering melecut tubuh dan berbagai penyakit tak bosan-bosan singgah kepadaku. Ibu semakin susah melakukan gerakan.

Anakku…
Seandainya ada yang berbuat baik kepadamu, niscaya ibu akan berterima kasih kepadanya. Sementara Ibu telah sekian lama berbuat baik kepada dirimu. Manakah balasan dan terima kasihmu pada Ibu ? Apakah engkau sudah kehabisan rasa kasihmu pada Ibu ? Ibu bertanya-tanya, dosa apa yang menyebabkan dirimu enggan melihat dan mengunjungi Ibu ? Baiklah, anggap Ibu sebagai pembantu, mana upah Ibu selama ini ?

Anakku..
Ibu hanya ingin melihatmu saja. Lain tidak. Kapan hatimu memelas dan luluh untuk wanita tua yang sudah lemah ini dan dirundung kerinduan, sekaligus duka dan kesedihan ? Ibu tidak tega untuk mengadukan kondisi ini kepada Dzat yang di atas sana. Ibu juga tidak akan menularkan kepedihan ini kepada orang lain. Sebab, ini akan menyeretmu kepada kedurhakaan. Musibah dan hukuman pun akan menimpamu di dunia ini sebelum di akhirat. Ibu tidak akan sampai hati melakukannya,

Anakku…
Walaupun bagaimanapun engkau masih buah hatiku, bunga kehidupan dan cahaya diriku…

Anakku…
Perjalanan tahun akan menumbuhkan uban di kepalamu. Dan balasan berasal dari jenis amalan yang dikerjakan. Nantinya, engkau akan menulis surat kepada keturunanmu dengan linangan air mata seperti yang Ibu alami. Di sisi Allah, kelak akan berhimpun sekian banyak orang-orang yang menggugat.

Anakku..
Takutlah engkau kepada Allah karena kedurhakaanmu kepada Ibu. Sekalah air mataku, ringankanlah beban kesedihanku. Terserahlah kepadamu jika engkau ingin merobek-robek surat ini. Ketahuilah, “Barangsiapa beramal shalih maka itu buat dirinya sendiri. Dan orang yang berbuat jelek, maka itu (juga) menjadi tanggungannya sendiri”.

Anakku…
Ingatlah saat engkau berada di perut ibu. Ingat pula saat persalinan yang sangat menegangkan. Ibu merasa dalam kondisi hidup atau mati. Darah persalinan, itulah nyawa Ibu. Ingatlah saat engkau menyusui. Ingatlah belaian sayang dan kelelahan Ibu saat engkau sakit. Ingatlah ….. Ingatlah…. Karena itu, Allah menegaskan dengan wasiat : “Wahai, Rabbku, sayangilah mereka berdua seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil”.

Anakku…
Allah berfirman: “Dan dalam kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang berakal” [12 : 111]

Pandanglah masa teladan dalam Islam, masa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam masih hidup, supaya engkau memperoleh potret bakti anak kepada orang tua.

KISAH TELADAN KEPADA ORANG TUA
Sahabat Abu Hurairah sempat gelisah karena ibunya masih dalam jeratan kekufuran. Dalam shahih Muslim disebutkan, dari Abu Hurairah, ia bercerita.

Aku mendakwahi ibuku agar masuk Islam. Suatu hari aku mengajaknya untuk masuk Islam, tetapi dia malah mengeluarkan pernyataan tentang Nabi yang aku benci. Aku (pun) menemui Rasulullah dalam keadaan menangis. Aku mengadu.

“Wahai Rasulullah, aku telah membujuk ibuku untuk masuk Islam, namun dia menolakku. Hari ini, dia berkomentar tentang dirimu yang aku benci. Mohonlah kepada Allah supaya memberi hidayah ibu Abu Hurairah”. Rasulullah bersabda : “Ya, Allah. Tunjukilah ibu Abu Hurairah”. Aku keluar dengan hati riang karena do’a Nabi. Ketika aku pulang dan mendekati pintu, maka ternyata pintu terbuka. Ibuku mendengar kakiku dan berkata : “Tetap di situ Abu Hurairah”. Aku mendengar kucuran air. Ibu-ku sedang mandi dan kemudian mengenakan pakaiannya serta menutup wajahnya, dan kemudian membuka pintu. Dan ia berkata : “Wahai, Abu Hurairah ! Asyhadu an Laa Ilaaha Illa Allah wa Asyhadu Anna Muhammadan Abduhu wa Rasuluhu”. Aku kembali ke tempat Rasulullah dengan menangis gembira. Aku berkata, “Wahai, Rasulullah, Bergembiralah. Allah telah mengabulkan do’amu dan menunjuki ibuku”. Maka beliau memuji Allah dan menyanjungNya serta berkomentar baik” [Hadits Riwayat Muslim]

Ibnu Umar pernah melihat lelaki menggendong ibunya dalam thawaf. Ia bertanya : “Apakah ini sudah melunasi jasanya (padaku) wahai Ibnu Umar?” Beliau menjawab : “Tidak, meski hanya satu jeritan kesakitan (saat persalinan)”.

Zainal Abidin, adalah seorang yang terkenal baktinya kepada ibu. Orang-orang keheranan kepadanya (dan berkata) : “Engkau adalah orang yang paling berbakti kepada ibu. Mengapa kami tidak pernah melihatmu makan berdua dengannya dalam satu talam”? Ia menjawab,”Aku khawatir tanganku mengambil sesuatu yang dilirik matanya, sehingga aku durhaka kepadanya”.

Sebelumnya, kisah yang lebih mengharukan terjadi pada diri Uwais Al-Qarni, orang yang sudah beriman pada masa Nabi, sudah berangan-angan untuk berhijrah ke Madinah untuk bertemu dengan Nabi. Namun perhatiannya kepada ibunya telah menunda tekadnya berhijrah. Ia ingin bisa meraih surga dan berteman dengan Nabi dengan baktinya kepada ibu, kendatipun harus kehilangan kemuliaan menjadi sahabat Beliau di dunia.

Dalam shahih Muslim, dari Usair bin Jabir, ia berkata : Bila rombongan dari Yaman datang, Umar bin Khaththab bertanya kepada mereka : “Apakah Uwais bin Amir bersama kalian ?” sampai akhirnya menemui Uwais. Umar bertanya, “Engkau Uwais bin Amir?” Ia menjawa,”Benar”. Umar bertanya, “Engkau dari Murad kemudian beralih ke Qarn?” Ia menjawab, “Benar”. Umar bertanya, “Engkau punya ibu?”. Ia menjawab, “Benar”. Umar (pun) mulai bercerita, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

“Akan datang pada kalian Uwais bin Amir bersama rombongan penduduk Yaman yang berasal dari Murad dan kemudian dari Qarn. Ia pernah tertimpa lepra dan sembuh total, kecuali kulit yang sebesar logam dirham. Ia mempunyai ibu yang sangat dihormatinya. Seandainya ia bersumpah atas nama Allah, niscaya aku hormati sumpahnya. Mintalah ia beristighfar untukmu jika bertemu”.

(Umar berkata), “Tolong mintakan ampun (kepada Allah) untukku”. Maka ia memohonkan ampunan untukku. Umar bertanya, “Kemana engkau akan pergi?”. Ia menjawab, “Kufah”. Umar berkata, “Maukah engkau jika aku menulis (rekomendasi) untukmu ke gubernurnya (Kufah)?” Ia menjawab, “Aku lebih suka bersama orang yang tidak dikenal”.

Kisah lainnya tentang bakti kepada ibu, yaitu Abdullah bin Aun pernah memanggil ibunya dengan suara keras, maka ia memerdekakan dua budak sebagai tanda penyesalannya.

KISAH KEDURHAKAAN KEPADA ORANG TUA
Diceritakan ada lelaki yang sangat durhaka kepada sang ayah sampai tega menyeret ayahnya ke pintu depan untuk mengusirnya dari rumah. Sang ayah ini dikarunia anak yang lebih durhaka darinya. Anak itu menyeret bapaknya sampai kejalanan untuk mengusirnya dari rumahnya. Maka sang bapak berkata : “Cukup… Dulu aku hanya menyeret ayahku sampai pintu depan”. Sang anak menimpali : “Itulah balasanmu. Adapun tembahan ini sebagai sedekh dariku!”.

Kisah pedih lainnya, seorang Ibu yang mengisahkan kesedihannya : “Suatu hari istri anakku meminta suaminya (anakku) agar menempatkanku di ruangan yang terpisah, berada di luar rumah. Tanpa ragu-ragu, anakku menyetujuinya. Saat musim dingin yang sangat menusuk, aku berusaha masuk ke dalam rumah, tapi pintu-pintu terkunci rapat. Rasa dingin pun menusuk tubuhku. Kondisiku semakin buruk. Anakku ingin membawaku kesuatu tempat. Perkiraanku ke rumah sakit, tetapi ternyata ia mencampakkanku ke panti jompo. Dan setelah itu tidak pernah lagu menemuiku”

Sebagai penutup, kita harus memahami bahwa bakti kepada orang tua merupakan jalan lempang dan mulia yang mengantarkan seorang anak menuju surga Allah. Sebaliknya, kedurhakaan kepada mereka, bisa menyeret sang anak menuju lembah kehinaan, neraka.

Hati-hatilah, durhaka kepada orang tua, dosanya besar dan balasannya menyakitkan. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Akan terhina, akan terhina dan akan terhina!” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullahj, siapakah gerangan ?” Beliau bersabda, “Orang yang mendapati orang tuanya, atau salah satunya pada hari tuanya, namun ia (tetap) masuk neraka” [Hadits Riwayat Muslim]

"Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".(27:19).

Saturday, 4 May 2013

Teliti sebelum jadi

Wara, sikap berhati hati dalam, itikad hati, tindakan ucapan lisan dan
amal perbuatan apakah baik, sesuai syariat, halal, haramkah apakah
Allah meridlai dst..
Salah satu sifat dari pada orang yang bertakwa adalah wara, yaitu
sikap teliti atau hati-hati, sebagaimana yang terjadi pada seorang
pemuda santri yang bernama Muhammad Idris, ketika dia mandi dalam
sebuah sungai di tengah hari (maklum jadul, tidak seperti yang
dilakukan orang jaman kiwari umumnya dilakukan di kamar mandi)... ini
mandi di kali...

begitu hampir selesai mandi ada sebuah apel yang terbawa air sungai
lewat dihadapannya, kemudian secara reflek maka diambilah apel
tersebut, dan kebetulan perut lapar di siang bolong dia pikir
menemukan makan gratis akhirnya apel dipungut dan dimakan sampai
habis...
Secara apel habis, namun pikiran dia tidak habis habis mengganjal
dalam benak Mohammad Idris, astaghfirullah saya telah berdosa makan
apel milik orang, ...pasti ada pemiliknya, bukan hak sendiri, walaupun
Apel ini dibawa air sungai pasti jatuh dari pohon dan ada pemiliknya
...
..kemudian menyusuri sungai ke arah hulu, dan dicarinya pemilik apel,
dan ternyata memang ada sebuah pohon apel yang dekat ke kali itu dan
akhirnya ketemu dengan pemilik apel...
M.i...assalamu alaikum
P.a...wa alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh
M.i...maap pak haji apa betul bapak pemilik apel yang dekat ke sungai...
P.a...betul ...ada apa gerangan wahai anak muda...
M.i...bahwa saya telah berbuat dosa, melakukan kesalahan, memakan apel
milik bapak yang saya temukan di sungai, saya sadar karena perbuatan
itu salah jadi saya tidak mau dilemparkan Allah kedalam api neraka,
maka saya mohon maap dan minta halalnya dari pak haji...
P.a....enak bener kamu minta halal dan minta dimaapkan, enteng sekali
minta halal sementara kamu sudah makan dengan enaknya...ga bisa.. itu
apel milik saya tapi sudah kamu makan, , maka perbuatan kamu harus
dipertanggungjawabkan..
M.i...apapun sangsinya saya bertanggung jawab asal saya dimaapkan dan
dihalalkan bapak, sehingga tidak ada ancaman api neraka...
P.a...baiklah akan saya maapkan, saratnya asal kamu bisa melaksanakan
3 perintah saya...
M.i...apaboleh buat karena saya harus bertanggungjawab atas perbuatan saya.
P.a...baiklah saya maapkan asal Saratnya terpenuhi ...pertama kamu
harus bekerja buat saya selama tiga bulan, kedua selama kamu bekerja
kamu tidak digaji dan tidak dikasih makan, 3. Kamu harus menikahi cucu
saya yang perempuan...wah asik neh dalam hati Muhammad Idris....tapi
jangan seneng dulu sebab dia bermuka buruk, bisu, buta, tuli dan
lumpuh, bagaimana...
M.i...waduh berat sekali pak haji, bagaimana saya harus melakukan itu
semuanya...(terutama harus menikahi perempuan yang disebutkan ancur
sekali berguman dalam hatinya)...
P.a...ya sudah kalo kamu tidak mau, sayapun tidak akan memaapkan dan
menghalalkan apel yang kamu makan...
M.i...ya Allah inikah resiko punya sikap dan perbuatan saya,
..bagaimana saya harus menerima takdir ini, ...walaupun saya percaya
takdir. ...tapi saya tidak mau terjadi lebih buruk lagi dilempar ke
neraka akibat perbuatan dosa...ya Allah ampunilah saya dan saya
menerima sarat ini sebagai pertanggungjawaban saya...
Akhirnya dengan penuh tanggung jawab perintah pak haji dikerjakan
mengurus kebun apel sampai selesai tiga bulan dan tibalah waktunya
nikahan...
Setelah pengucapan akad nikah dan walimahan yang diteruskan dengan
ramah tamah maka sampailah pada malam pertama, dan dipersilahkan
Muhammad Idris untuk masuk kamar penganten...
Muhammad Idris buka pintu, dengan salam perlahan, assalamu
alaikum...ada yang nyahut, wa alaikumus salam warahmatullahi
wabarakatuh, dia kaget, kok ada orang lain di dalam, mau ke luar lagi,
tapi dipanggil dari dalam kamar masuklah wahai suamiku, ...makin
tambah heran saja dan penasaran mau tahu siapa yang panggil... dan
ternyata perempuan itu tidak ancur malahan cantik jelita, indah
dipandang mata, tutur bahasa dan bicara dengan sopan santun lunglai
gemulai, tidak bisu, bermata bening dan indah yang menyambut Muhammad
Idris...tapi Muhammad Idris menangis tersedu, dia pikir apalagi sangsi
yang akan terjadi, kesalahan makan apel saja sudah begitu berat
tanggung jawabnya, apalagi dosa besar yang dihadapi, sambil keluar dia
istighfar dan berkata maap pak haji saya tidak mampu dosa itu begitu
berat apalagi dosa ini..
P.a...kenapa menangis yang mulia, bukankah Allah akan membalas semua
amal perbuatan kita, dan memberikan pahala rezeki yang terbaik...
M.i...maka dari itu saya tidak mampu pak haji...
P.a... Itu istrimu, sudah halal dan saya senang pada kamu, makanya
saya nikahkan cucuku kepada kamu, kamu berhak mendapatkan yang
terbaik, karena kamu punya akhlak mulia, sudah jarang orang sekarang
yang jujur, takut kepada Allah, wara, hati2 dari yang haram,
bertanggung jawab dan mengakui kesalahannya...
Dari pernikahannya Muhammad Idris mempunyai anak yang cerdas dan saleh
bahkan usia 7 tahun dia sudah hapal Quran, itulah beliau imam Syafi'i
ulama yang digemari di marii. ..wallahu alam

وَٱللَّهُ يَدۡعُوٓاْ إِلَىٰ دَارِ ٱلسَّلَـٰمِ وَيَہۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ
صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيم

Friday, 3 May 2013

Sehat itu mahal dan indah




Assalamu Alaikum wrwb...
Mentemen terkasih ...
Kadang Keberhasilan gemilang yang kita raih tidak memuaskan dan tidak
mendatangkan kebahagiaan, ... sekalipun jabatan yang kita sandang di
masyarakat pun sangat terpandang namun tidak membuat hati kita senang,
...kadang berlimpah hartapun tidak membanggakan, bahkan istri yang
cantikpun tidak menggiurkan atau menggairahkan bilamana kita atau
anggota keluarga kita ada yang sakit, harta yang kita miliki yang
dikumpulkan atau ditabungkan bisa habis, jabatanpun bisa tergadaikan,
karena sehat itu mahal dan indah, maka jaga dan peliharalah... lebih
baik menjaga dari pada mengobatinya...
Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah atas nikmat sehat walafiah,
sehingga hidup kita terasa indah dan barokah segala urusan kita hadapi
dengan nyaman dan mudah, insyaAllah....
Selamat pagi dan selamat beraktivitas ...semoga hari ini fadlillah
kita meraih kesuksesan yang gemilang baik bisnis, urusan keluarga,
keuangan dan kesehatan, bahkan urusan apapun dimudahkan dan dikabulkan
sesuai harapan yg kita citacitakan aamiin
Alhamdulillah.

وَٱللَّهُ يَدۡعُوٓاْ إِلَىٰ دَارِ ٱلسَّلَـٰمِ وَيَہۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ
صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيم

Thursday, 2 May 2013

Takdir


Barangsiapa ridho terhadap takdir Allah, maka takdir itu tetap berlaku atasnya dan ia mendapatkan pahala- Nya. Dan barangsiapa yang tidak ridho terhadap takdir- Nya, maka takdir itu pun tetap berlaku atasnya dan terhapuslah pahalanya. (Ali bin Abi Thalib).

وَٱللَّهُ يَدۡعُوٓاْ إِلَىٰ دَارِ ٱلسَّلَـٰمِ وَيَہۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ
صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيم


Tuesday, 23 April 2013

Doa dan Takdir

Assalamu alaikum wrwb

Kita sebagai orang tua
dari anak2 kita tentu
akan mengetahui
karakter dan prilaku
anak2 kita dan kitapun
mengetahui mana yang baik dan mana yang
buruk buat anak2 kita...
Ketika anak mencari
dan meminta pisau
atau korek api yang
bisa saja membahayakannya
dan orang lain tentu
saja kita cegah, pasti
tidak akan kita kasih,
sebagai orang tua yang
bijak dan sayang pada anaknya, permintaan
tersebut kita ganti
dengan mainan yang
tidak membahayakan
atau makanan yang
enak, atau kita tangguhkan bila sudah
dewasa...
namun karna
permintaan tersebut
tidak dipenuhi maka
anak kita menangis dan merengek bersi keras
mau apa yang
dimintanya, tetapi
kitapun tetap tidak
ngasih sehingga tidak
hanya merenge, meratap bahkan anak
kita marah dengan
tangisan tersedu sedu
seakan kita tidak
sayang pada
anaknya...itulah sekilas drama permintaan anak
pada orangtua, ... demikian pula kita saat
memanjatkan doa atas
segala kemauan dan
permintaan yang
dipanjatkan kehadirat
ilahi rabbi... kadang kita minta segera dan
memaksa, tidak sabar
kadang kita kecewa
dan marah seakan doa
kita tidak dikabul,
padahal bisa saja permintaan kita
ditangguhkan atau
diganti yang lebih baik
atau memang mau
menguji kesabaran kita
karna Allah sangat sayang pada
hambanya, maka doa
kita tidak akan dipenuhi
bila sekiranya
membahayakan
umatnya, atau permintaan kita tidak
sesuai dengan
kehendaknya... itulah
kasih sayang Allah
dengan tidak
mengabulkan permohonan kita karna
Dia maha mengetahi
dan menetapkan
takdirnya....Allah Maha
mengetahui sedangkan
kita tidak mengetahuinya ْﻥَﺃ ﻰَﺴَﻋَﻭ ﺎًﺌْﻴَﺷ ﺍﻮُﻫَﺮْﻜَﺗ
ْﻢُﻜَﻟ ٌﺮْﻴَﺧ َﻮُﻫَﻭ
ْﻥَﺃ ﻰَﺴَﻋَﻭ
ﺎًﺌْﻴَﺷ ﺍﻮُّﺒِﺤُﺗ
ْﻢُﻜَﻟ ٌّﺮَﺷ َﻮُﻫَﻭ
ُﻢَﻠْﻌَﻳ ُﻪَّﻠﻟﺍَﻭ ﺎَﻟ ْﻢُﺘْﻧَﺃَﻭ
َﻥﻮُﻤَﻠْﻌَﺗ
Boleh jadi kamu
membenci sesuatu,
padahal ia amat baik
bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai
sesuatu, padahal ia
amat buruk bagimu;
Allah mengetahui,
sedang kamu tidak
mengetahui (2.216)). ... dan apabila hamba-
hamba-Ku bertanya
kepadamu tentang
Aku, Maka (jawablah),
bahwasanya aku
adalah dekat. aku mengabulkan
permohonan orang
yang berdoa apabila ia
memohon kepada-Ku,
Maka hendaklah
mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku)
dan hendaklah mereka
beriman kepada-Ku,
agar mereka selalu
berada dalam
kebenaran. (2:186). Iman tidak hanya
percaya tentang
keesaan Allah, tetapi
juga kita percaya akan
takdir yang
ditetapkannya apakah baik atau buruk... Barangsiapa ridho
terhadap takdir Allah,
maka takdir itu tetap
berlaku atasnya dan ia
mendapatkan pahala-
Nya. Dan barangsiapa yang tidak ridho
terhadap takdir-Nya,
maka takdir itu pun
tetap berlaku atasnya
dan terhapuslah
pahalanya. (Ali bin Abi Thalib) --
Misba

وَٱللَّهُ يَدۡعُوٓاْ إِلَىٰ دَارِ ٱلسَّلَـٰمِ وَيَہۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ
صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيم

Monday, 22 April 2013

Kemuliaan

ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪ

Mentemen terkasih yaNg dimuliakan Allah (17:70)... mengapa manusia disebut mulia ...karena Allah telah menjadikan manusia sebaik baik makhluk, akan tetapi Allah akan kembalikan ke tempat serendah rendahnya bahkan lebih rendah dari binatang ternak sebagaimana difirmankan Allah dalam surat Alaraf 7:179.
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. Kedatangan azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya dengan cara istidraj (Yaitu: dengan membiarkan orang itu bergelimang dalam kesesatannya, hingga orang itu tidak sadar bahwa dia didekatkan secara berangsur-angsur kepada kebinasaan).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi. (63:9)

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi rahmat (karunia)".

وَٱللَّهُ يَدۡعُوٓاْ إِلَىٰ دَارِ ٱلسَّلَـٰمِ وَيَہۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ
صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيم

Sunday, 21 April 2013

Selamat para Kartini

ASSALAMU ALAIKUM wrwb, mentemen terkasih
Sebagian kalangan menganganggap perempuan itu lemah, sehingga banyak upaya pembelaan dan memperjuangkan serta memberdayakan perempuan....benarkah?
Fakta sebaliknya perempuan adalah orang yang tangguh, terbukti banyak yang tidak bisa dikerjakan oleh pria, justru dikerjakannya dengan baik, contoh seorang lelaki ditinggal istrinya baru satu bulan sudah carut marut, morat marit tidak terurus anak dan rumah tangganya, tidak mampu, bahkan mengurus anak dan rumah tangganya baru satu jam saja tidak kuat, tetapi perempuan ditinggal suaminya mampu mengurus, merawat dan membesarkan anaknya berhari hari bahkan berbualan-bulan sampai anak menjadi dewasa selalu dan siap.
Tidak sedikit perempuan yang jadi pahlawan seperti Cut Nya Dien, Rd. Dewi Sartika, Ra. Kartini bahkan tercatat kuat dan tangguh dalam sejarah Siti Masithah yang kokoh pendiriannya dalam mempertahankan akidahnya, lebih baik mati daripada harus tunduk patuh pada penguasa yang zalim, Siti Aisiah yang juga kokoh dalam pendirian akidah rela mati, walaupun kepala pecah ditiban batu besar oleh penguasa murka dan murtad, dan banyak lagi sejarah yang membuktikan perempuan kuat dan tangguh termasuk melawan hawa nafsu yang konon menurut para ulama perempuan ada 9 nafsu dan satu akal, tetapi perempuan bisa mampu dengan bersabar tidak mengikuti hawa nafsunya, sementara lelaki yang katanya memiliki akal 9 tidak bisa membendung hawa nafsunya walaupun Cuma satu.
Maka pantaslah Rasulullah menghargai kemuliaan martabat dan keluhuran perempuan sebagaimana dalam dalil sebagai berikut:
dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dia berkata; "Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sambil berkata; "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya?" beliau menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi; "Kemudian siapa?" beliau menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi; "kemudian siapa lagi?" beliau menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi; "Kemudian siapa?" dia menjawab: "Kemudian ayahmu." (Bukhari 5514)
16:78. dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
46:15. Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila Dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa:
"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri".
"Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".(27:19).aamiin

وَٱللَّهُ يَدۡعُوٓاْ إِلَىٰ دَارِ ٱلسَّلَـٰمِ وَيَہۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ
صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيم

Thursday, 18 April 2013

Kebaikan

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (2:110)

فَآتَاهُمُ اللَّهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْآخِرَةِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan. (3:148

وَٱللَّهُ يَدۡعُوٓاْ إِلَىٰ دَارِ ٱلسَّلَـٰمِ وَيَہۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ
صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيم

.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More