Penonton lebih pintar dr Pemain

Umumnya manusia senang jadi penonton walaupun bukan pemain, karena memang bukan dan tidak alhlinya jadi pemain, akan tetapi walaupun cuma penonton lebih senang mengomentarinya seakan dia ahlinya seperti penonton bola..

Membantu Janda

1687 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata, Nabi saw. bersabda, Orang yang berusaha membantu para janda dan orang miskin, bagaikan orang...

Bersatulah jangan Bercerai-berai

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah keep

Kawinkanlah yang sendirian

Di usia selevel kita ini sudah saatnya kita mempersiapkan diri untuk anak-anak kita sebagai hak dan kewajiban kita untuk menikahkan mereka..

Sunday, 28 June 2009

Jaga Lima sebelum Lima

Jaga Lima sebelum datang yang Lima: jaga sempat sebelum datang waktu sibuk, jaga muda sebelum tua, jaga sihat sebelum sakit, jaga kaya sebelum datang miskin dan jaga hidup sebelum datang kematian Pesan nabi:, ''jaga lima sebelum datang yang lima''. 1. Gunakan peluang, kesempatan sebelum waktumu sibuk, dan kesempatan tandang datang dua kali, 2. Masa muda saatnya untuk berkarsa dan berkarya sehingga bermanfaat tidak hanya untuk diri tapi juga buat sesama sebelum usiamu usang berumur lemah dan tak berdaya, 3. Jaga stamina badan agar tetap sehat sehingga dapat beraktifitas dan berkreatifitas cegah sakit, lebih baik mencegah dari pada mengobati, 4. Pergunakan hartamu dalam kemanfaatan dan kemaslahatan umat, lebih hormat memberi dari pada dikasihani, sedekah adalah benteng kemiskinan, dan 5.janganlah kamu mati sebelum tercapai kehidupan yang hakiki, walaupun kematian itu pasti adanya entah esok atw nanti tapi tetap harus diantisipasi melalui pengabdian kepada yg menciptakan.

Tuesday, 6 January 2009

Pemimpin Masa Depan

Siapakah pemimpin masa depan kita Taatilah Allah dan Rasul serta pemimpin dari kalangan kamu. (4.59) Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). (6.116) Bagaimana kita menjadi warga yang baik kalo kita tidak taat kepada pemimpin, lantas bagaimana kita mentaati pemimpin, apabila pemimpin itu bukan pilihannya sendiri, akan tetapi kenapa tidak memilihnya? Padahal orang yang mau dipilihnya tidak ada yang bisa dipercaya….yang pasti hianat pada rakyat. Dalam era reformasi dan demokrasi dewasa ini masyarakat dan bangsa Indonesia sedang marak dengan antipati terhadap pemilihan umum (pemilu), maupun pemilihan daerah (pilkada), terbukti banyak warga diberbagai wilayah negeri ini semakin banyak golongan putih, (golput), hal ini karena dalam perjalanan waktu dari rezim ke rezim hingga reformasi yang dipilihnya masih belum bisa meningkatkan kejahteraan pemilih atau rakyatnya, akan tetapi yang mereka terima adalah peningkatan kesenggsaraan, yang semakin merebahnya pengangguran dan. kemiskinan di sana sini, serta semakin sempitnya lapangan pekerjaan oleh budaya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang sulit untuk diberantas, bahkan pekerjaan pemerintah dari masa ke masa berkesan hanya menaikkan BBM saja sehingga timbul apatis dan menambah ketidak percayaan rakyat terhadap pemimpin bangsa ini. Memang reformasi yang kita kehendaki belum bisa berubah total seperti membalikkan tangan, akan tetapi dalam mengejar demokrasi dan kebebasan bernegara yang dicita-citakan oleh bangsa Indonesia melalui UUD 1945 adalah untuk kesejahteraan rakyatnya, bukan untuk orang perorangan atau golongan tertentu saja, namun dalam reformasi yang dikehendaki pada saat ini sudah kebablasan yang tidak terarah bahkan tidak lagi jelas sasaran yang akan dicapai dan target apa yang bisa kita ciptakan, Diriwayatkan daripada Abdullah bin Amru bin al-As r.a katanya: Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Allah SWT tidak akan mengambil ilmu Islam itu dengan cara mengambil dari manusia. Akan tetapi Allah mengambilnya ilmu dengan mengambil para ulama (ilmuwan yang profesional) sehingga tidak tertinggal walaupun satu orang. Akhirnya Manusia melantik orang jahil menjadi pemimpin, sehingga apabila mereka ditanya sesuatu akan memberi fatwa tanpa berdasarkan kepada ilmu pengetahuan. Akhirnya mereka sesat dan menyesatkan orang lain pula (1561) Pemimpin di era reformasi akan berpengaruh terhadap suatu keputusan atau kebijakan dalam mengemban tugas, tanggung jawab dan amanahnya, sehingga baik buruknya seorang pemimpin sangat ditentukan oleh sikap dan pilihan dari anggota masyarakat yang hendak dipimpinnya, dan tidak menutup kemungkinan bila pemimpin yang kita pilih bertipe firaun maka tidak menutup kemungkinan masyarakatnya untuk diperintahkan tidak bertuhan dan demikian pula sebaliknya, apabila pemimpin mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW maka dia akan menjadi rahmatan lil alamin. Kita bukannya berapologis karena sebagai umat Islam, akan tetapi di luar umat islampun mengakui dan menyebutkan dari 100 tokoh dunia, maka yang pertama disebut itu adalah nabi Muhammad saw terlebih umat islam yang notabene penganut pengikut dan bahkan menjadikannya suri tauladan terhadap perikehidupan, termasuk di dalamnya bukan hanya mengatur berhubungan dengan penciptaNya akan tetapi mengatur hubungan baik sesamanya, bahkan mengatur dalam pemerintahan berbabangsa dan bernegara. Dalam hadits 1084 disebutkan Diriwayatkan daripada Nabi s.a.w katanya: Baginda telah bersabda: Kamu semua adalah pemimpin dan kamu semua akan bertanggungjawab terhadap apa yang kamu pimpin. Seorang pemerintah adalah pemimpin manusia dan dia akan bertanggungjawab terhadap rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin bagi ahli keluarganya dan dia akan bertanggungjawab terhadap mereka. Manakala seorang isteri adalah pemimpin rumah tangga, suami dan anak-anaknya, dia akan bertanggungjawab terhadap mereka. Seorang hamba adalah penjaga harta tuannya dan dia juga akan bertanggungjawab terhadap jagaannya. Ingatlah, kamu semua adalah pemimpin dan akan bertanggungjawab terhadap apa yang kamu pimpin Dalam suatu keluarga tentu harus ada dan dibutuhkan kepala keluarga atau pemimpin rumah tangga dan setiap kepala keluarga menanggung segala resiko dalam keluarga termasuk dalam baik buruknya suatu keluarga, oleh karena itu tiap kepala keluarga menghendaki yang terbaik, hal ini tidak bisa terjadi tanpa ada usaha yang gigih dari kepala keluarga, minimal membina atau mendidik anak dan istrinya, karena seorang anak dan istri lahir dan berkembang sesuai dengan lingkungan, adat dan martabat sebelumnya. Hal ini bila kita menikahinya tidak serta merta seperti dalam robot yang siap dikehendaki melalui remot, akan tetapi dia harus diarahkan dibina dan dididik. Dan ini memerlukan proses dan pembelajaran yang makan waktu panjang, biaya yang mahal dan segala tenaga harus dicurahkan supaya mendapatkan hasil yang lebih baik dan mengarah kepada kedewasaan. Hal ini tidak akan tercapai kecuali oleh kepala keluarga yang cermat dengan dedikasi dan loyalitas yang tinggi. Namun semua tidaklah mahal bila dipersiapkan lebih awal, bila kita mau mengikuti literature yang ada sebagaimana kita mengacu dalam shalat, tidak perlu repot cari-cari criteria karena sudah ada, tinggal kita lihat mana yang memenuhi tersebut., Dia harus lebih dewasa dalam arti bukan hanya dari segi umur akan tetapi wawasan dan pengalamannya lebih banyak, terutama dalam jihad serta hijrah dalam islam lebih duluan dan juga pengalaman dalam menerapkan kebijakan kebijakan serta keputusannya lebih adil dan dapat diterima oleh segenap lapisan masyarakat sehingga kita rela dan taat kepadanya Demikian pula, bila kita menghendaki suatu pemimpin atau seorang Kepala Negara atau Presiden tentu kita harus memilih kemampuan atau skill yang lebih baik dari kita disamping attitude, dedikasinya, loyalitasnya, dan tanggungjawabnya, dan ada unsur kebapaan yang dapat membimbing mengarahkan dan memutuskan suatu masalah bangsa dan negaranya, sehingga kita akan rela dan siap mengikuti perintahnya sebagaimana taatnya makmum kepada imam, itulah pemimpin idaman yang setiap orang mendambakan semacam itu. Relevansi dengan bahasan kita di atas, maka kita akan menunjuk dia menjadi imam atau pemimpin yang memiliki perangai mulia (ahlaqulkarimah= attitude), bertanggung jawab terhadap rakyatnya (probability=amanah) cermat buat keputusan dalam berbagai permasalahan (making decision=fathonah) dan segala resikonya dia dihadapi (loyalitas =sidiq) serta dapat diterima oleh semua golongan (integritas=rahmatan) dan tidak ambisius (sabar) dan informative (tablig) sehingga kita akan tunduk dan patuh serta rela mengikutinya, Selanjutnya kita sebagai muslim dalam bersikap dan mengambil acuan atau nara sumber tentu kepada dalil naqli dalam berbagai riwayat menyebutkan tentang kriteri pemimpin yang kita kehendaki yaitu 1. pemimpin itu harus berlaku adil (1091) dan dapat dipercaya (84) (Q4.58) sehingga bertanggungjawab terhadap (amanah) (1084), yang melindung. dan mengayomi rakyat menjadi aman sentosa sehingga adil dalam kesejahteraan dan makmur dalam keadilan, 2. pemimpin harus lebih pintar dari kita (fathonah) dan mempunyai wawasan ilmu yang luas serta orang yang terbaik dari kita (1561) 3. pemimpin adalah orang yang terbaik di antara kamu (shidiq) (1047) yaitu dapat menjalankan hukum berdasarkan hukum yang berlaku (hukum Allah). 4. Pemimpin tidak ambisius (shabar), janganlah kamu memohon untuk menjadi pemimpin. (970) 5. pemimpin itu yang dapat membangun bangsa dan negaranya (11.61), dan reformatif (13.11) 6. pemimpin itu harus dari bangsanya sendiri, bukan dari luar (4.59) Pemimpin tidak bersifat individual akan tetapi memiliki jiwa social yang tinggi, bukan egois, bukan sosialis atau komunis akan tetapi ada ditengah tengah yaitu demokratis, pada saat darurat dapat mengatasinya dengan moderat dan lebih akurat serta menghasilkan kebijakan kebijakan yang diterima segenap lapisan masyarakat baik yang tersurat maupun tidak tersurat. Pendirian yang kokoh, penuh yakin dan optimis dalam implementasinya logis dan realistis tidak terlalu ekonomis tetapi tidak menjadikan pekerjaan secara bisnis. Dedikasi yang tinggi, ulet, rajin dan penuh tanggun jawab, serta santun dalam prilaku yang mulia, karena mimiliki ahlakul karimah. Berkaitan dengan hal tersebut di atas kita juga adalah pemimpin dalam keluarganya, lingkungan dan bahkan negaranya, sebagai warga Negara, sehingga bertanggung jawab terhadap apa yang kita pilih harus tidak boleh asal pilih, kecuali sudah sesuai dengan criteria yang telah kita kehendaki tersebut di atas. Kamunitas Percaya Wiranto adalah suatu kumpulan masyarakat di luar partai atau ormas, sebagai anggota masyarakat, sebagai warga Negara yang peduli terhadap bangsanya mendambakan pigur pemimpin bangsa di masa mendatang yang ideal dan kharismatik sesuai dengan criteria tersebut di atas dan pada kenyataannya telah dipelajari dengan seksama dan diuji dengan berbagai peristiwa permasalahan bangsa yang cukup pelik dan rumit yang memerlukan kebijakan yang adil lugas dan berwibawa sehingga dikenali lebih dalam sebagai pigur pemimpian bangsa masa depan yaitu Bapak Jenderal Purnawirawan Wiranto, SH yang dalam kesaksiannya telah menunjukkan kriteri kriteria yang kita dambakan. Semoga beliau bersedia menjadi pemimpin bangsa ini, amiin

Saturday, 6 December 2008

Menggapai Kasih Sayang Allah

Musibah atau Bencana itu Ujian, Peringatan atau Hukuman, maka Berkurbanlah sebelum jadi korban ! a. Kiat mendapat rahmat Benar juga orang bilang segala sesuatu harus dengan duit, mau makan pake duit, mau pintar pake duit, mau cantik pake duit, mau kawin pake duit, mau sukses pake duit dan ingin pangkat serta jabatannpun pake duit, semuanya serba duit hingga ke wc pun harus pake duit, akhirnya hampir semua orang menuhankan duit, sehingga tidak peduli bagaimana cara mendapatkannya apakah haram atau halal yang penting saya dapat duit. Siapa yang tidak mau duit, orang bilang akan senang dengan duit dan siapa lagi yang tidak mau kaya, karena dengan kekayaan tidak sedikit orang jadi senang dan dengan kekayaan banyak orang menganggap mulia, demikian pula dengan pangkat dan jabatan itu semua orang akan bangga bahkan dengan jabatannya dia bisa berkuasa bahkan dengan pangkat dan golongannya dia punya kekuatan dan kekayaan dan ahirnya orang menjadi hormat kepadanya, dan ada pula professional, baik sebagai aktifis, pedagang, pengajar bahkan para ustadpun mengejar popularitas bersaing dengan artis yang konotasinya dengan popularitas banyak orang ngefans dan senang padanya, sehingga sebagai orang populer itu akan mendatangkan uang atau duit. Tidak sedikit orang mengejar akan kekayaan yang menyenangkan, jabatan dan kekuasaan,yang membanggakan, anak dan istri yang menggairahkan, bahkan profesional yang popularitas yang didambakan semuanya ingin didapatkan karena (Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (3.14)) Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.(2.212) Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?(6.32) Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang yang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata: "Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka?" (Allah berfirman): "Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?" (6.53) Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.(2.204) Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.(9.55 dan 85) Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda-gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.(7.176) Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.(11.15) Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan? (11.16) Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." (11.48) (yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh. (14.3) Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,10.7 (Bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada Kami-lah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat, disebabkan kekafiran mereka.(10.70) Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.16.107 Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.(18.104) Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.(17.18) Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.(18.46) Tapi ketahuilah bahwasannya setiap orang atau semua mahkluk yang bernafas akan mengalami kematian. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.(3.185) Barangsiapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi), karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.(4.134) Ketika ajal tiba atau maut menjemput segala yang kita miliki tiada arti bahkan istri yang cantik tidak lagi mau mendekati termasuk anak yang tercinta tidak ada yang minta menjaga dan menemani di kubur, pangkat dan jabatan ditinggalkan, harta kekayaan tidak lagi bermanfaat kecuali amal dan perbuatan yang menjadi safaat. Kita telah melihat dan mendengar seorang penguasa yang kaya raya di sebuah Negara, yang banyak disana sini barisan penjaga dan keamanannya, bahkan makanan dan kesehatannyapun telah disiagakan akan tetapi datang kematian tak seorangpun yang dapat menghalanginya, semuanya tiada yang bisa menolong, jangankan harta pangkat, jabatan bahkan keluarga dan ajudannyapun tak dapat menghalang… Peringatkanlah (mereka) dengan Al Qur'an itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak (pula) pemberi syafa`at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka, disebabkan perbuatan mereka sendiri. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.(6.70) Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.(40.39) Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.(57.20) Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar.(33.29) Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).(13.26) Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.(3.197) Pasa suatu hari nanti tidak akan berguna anak hartamu kecuali mereka yanag datang kepada Allah dengan hati yang bersih (26.88-89) Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridhaan dan syurga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal, (9.21) b. Berkurbanlah sebelum jadi korban Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(35.2) Dan di antara mereka ada orang yang berdo`a: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".(2.201) Lalu bagaimana kiatnya untuk mendapatkan rahmat atau kasih sayang Allah, dengan hidup yang penuh nikmat di dunia dan akhirat yang kekal, tentunya kita harus banyak mensyukuri apa yang telah Allah beri kan. Kemudian bentuk syukur ini dapat kita aktualisasikan melalui kurban dan pengurbanan sebagian dari rezeki yang dianugerahkanNya. Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, .... (7.96) Begitu banyak nikmat yang dianugrahkan Allah kepada kita sehingga tidak terhingga banyaknya “Waintauddu ni’matallahi latuhsuha” bila hendak menghitung-hitung nikmat Allah tidak terhingga luasnya bagaikan Alkautsar, seperti dilukiskan dalam firman-Nya “Inna ‘A’thoina kalkaustar....” baik nikmat hidup, nikmat iman, nikmat islam bahkan nikmat sihat .... Contoh. Hari ini Begitu banyak orang terbaring dirumah sakit, bukan kenikmatan yang didapatkan, tetapi penderitaan yang memilukan, manakala nikmat sihat telah diangkat, yang lezat-pun tidak enak..karena rahmat berubah laknat, hingga seolah tidak berharga lagi harta yang berlimpah... jabatan tidak lagi membanggakan, bahkan istri yang cantikpun tidak menggairahkan. Semuanya tidak ada artinya dibanding sihat. Mereka merintih kesakitan sambil berharap-harap cemas ingin sihat. Dipagi yang cerah ini kita dapat menikmatinya, sehingga makan akan terasa enak jangankan yang lezat-lezat dengan garampun terasa nikmat bila makan disaat saat lapar, bahkan kita dapat bekumpul dengan keluarga dan dapat menjalankan tugas sehari-hari dengan baik. ..................Alhamdullah itulah keberkahan. Allah menurunkan keberkahan melalui hujan kemudian jadi rahmat sehingga dapat menyuburkan tanah pertanian, dan para petani dapat memanen hasil pertanian sehingga menjadi rezeki buat hidup dan prikehidupannya yang akhirnnya tercapai kesejahteraan dan kebahagiaan. Fasholli lirobbika wanhar...... Maka oleh karena berbagai karunia telah banyak kita nikmati sehingga timbal balik rasa terima kasihnya adalah “Dirikanlah sholat dan berkurbanlah...”. Kurban sebagai perwujudan syukur yang telah Allah wajibkan kepada kita sebagaimana dalam surat (Adduha 11) “Wa-amma bini’mati robbika fahadits” Dan terhadap ni'mat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya dengan bersyukur). yang dibuktikan dengan sholat dan rela berkurban baik harta maupun nyawa ihlas ingin mengharap rido dari Allah ... Semua ini patut disyukuri sebagai timbal balik rasa terima kasih kepada yang memberi kasih sayang, dengan mengeluarkan sebagian harta yang telah dianugerahkannya melalui sedekah infak termasuk kurban........ "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih" (14:7). Lantas nikmat yang manakah yang kamu bohongkan itu, berkali-kali Allah mengingatkan kepada kita, maka Dengan kata lain .... “Berkurbanlah sebelum jadi korban!, Kita ambil contoh bila lapindo mau berkorban menggantikan masyarakat sekitar dengan nilai 1 trilyun maka dia tidak kehilangan 17 trilyun...karena tidak sedikit mereka yang tidak berkurban justru pada akhirnya jadi korban, korban bencana, korban kerusuhan, korban penganiayaan, korban pelecehan, korban fitnah dan korban neraka jahanan.... Air hujan yang seharusnya bisa mendatangkan rahmat, seperti diuraikan tadi mendatangkan kesuburan dan kesejahteraan, sebaliknya hujanpun bisa mendatangkan laknat. Banjir melanda banyak tenggelam rumah2 tinggal atapnya tidak terkecuali efek lapindo, Banyak bangsa-bangsa binasa tertimpa berbagai musibah, seperti bencana banjir melanda dan gempa bumi yang menimpa, tidak terhitung kerugian tidak hanya kehilangan harta bahkan nyawa baik itu di jaman kaum Ad, Samud, Nuh dan Etopia akibat mengingkari nikmat atau melalaikan ajaran Tuhan.dan tidak menutup kemungkinan bisa terjadi kepada bangsa Indonesia, naudzu billahi mindalik. "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian) kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami (nya).(6.65) "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdo`a kepada-Nya dengan berendah diri dan dengan suara yang lembut (dengan mengatakan): "Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur." (6:63) Jadi yang turun kepada kita bukan keberkahan, tetapi kehancuran melanda, bencana alam menimpa, banjir membawa korban, gempa dimana-mana, tawuran tanpa kasih sayang seperti tidak berharga sebuah nyawa dan krisis yang berkepanjangan, baik krisis ekonomi, krisis kepercayaan, krisis kepemimpinan dan lain-lain, tidak terkecuali krisis integrasi bangsa, Innna lillahi wainna lillahi rajiun. Apakah musibah ini ujian, peringatan atau hukuman, dan bagaimana dengan kita Indonesia, yang dilanda berbagai krisis termasuk banjir tidak terkecuali jakarta? .... Indonesia yang katanya subur dan makmur gemah rifah loh jinawi, banyak sandang, banyak pangan dan banyak pula yang kelaparan. Padahal “orang bilang tanah kita tanah syurga, tongkat kayu dan batu-pun jadi tanaman”. Tetapi mengapa,.. masih banyak kekurangan, masih banyak kelaparan, masih banyak yang tidak mendapat pekerjaan dan tidak sedikit kemiskinan. Jangan-jangan karena kita bangga dengan dosa-dosa, atau sombong dengan kekuatan, bahkan haus akan kekuasaan, sehingga tidak lagi arif dalam berpijak dan tidak adil dalam berpihak, justru yang salah kita bela, yang benar tersia-sia, sampai yang lemah dikunyah, bahkan korupsi dilindungi, perjudian diberi kesempatan, prostitusi dilokalisasi, yang hina dapat pujian, orang mulia dilecehkan dan cercaan, orang miskin terabaikan, orang kaya dapat kepedulian, alquran hanya hiasan sementara koran jadi kebutuhan, Ini adalah kebohongan besar,... Terbukti dengan kejadian banjir tersebut tidak sedikit orang yang kaya, rumahnya mewah, mobil megah dan segala perlengkapan yang wah semua ditinggalkan yang penting nyawa selamat, maka ditinggalkannya semua harta benda dia rela ngungsi di tenda-tenda bersama deritanya orang yang terbiasa susah dan sambil menunggu antrian makan dari sumbangan. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, (2:155) malapetaka kesenggsaraan bahkan digoncang-gancingkan hati (2:214) ... Akan tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (7:96) Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah sesudah agama itu diterima maka bantahan mereka itu sia-sia saja di sisi Tuhan mereka. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan bagi mereka azab yang sangat keras. (Assyura 16) Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).(30:40) Mereka diliputi kehinaan dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah di mana saja mereka berada, karena mereka mengingkari kepada ayat-ayat Allah, kecuali jika mereka berpegang teguh kepada tali Allah (agama) dan tali perjanjian dengan manusia (konsekwen terhadap komitmen atau kontitusi), dan orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas mengerjakan agama (ibadah) mereka karena Allah. (3.112) Oleh karena itu marilah kita kembali kepada yang Maha Kuasa, yang gagah perkasa, yang maha bijaksana, yang maha mulia, maha hidup dan tidak pernah kantuk dan maha dari segalanya yang memiliki kerajaan langit dan bumi yang menghisab segala amal perbuatan kita. Sadarilah insaflah bahwasannya Allah akan memaafkan hambanya yang bertaubat dan tidak mengulanginya. Dekatkanlah diri dan jiwa kita kepada Allah melalui Qurban (pengorbanan) baik dengan harta maupun dengan nyawa. Jadikanlah Hidup ini perjuangan, dan tanpa perjuangan hidup tidak akan berhasil sedangkan keberhasilan akan dicapai bila mau berkurban. Pengorbanan asal dari kata Arab: qoroba, yaqrobu, qorbanan, artinya dekat, adalah suatu upaya mendekatkan diri dan mengharap ridho Allah. Kurban suatu proses dengan berbagai risikonya untuk mencapai kebahagiaan. Kurban adalah memotong hewan, sebagai kewajiban setiap Muslim yang mampu menyisihkan hartanya untuk dibagikan kepada fakir miskin sekaligus sebagai tolak bala (musibah) bagi yang menghendaki keselamatan dan melestarikan hartanya disamping pahala dan penggantian yang berlipat ganda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.” Ternyata semua ini hanya ujian belaka, apakah manusia dapat mentaati perintah Allah atau malah mengingkarinya (kafir). Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. (2.207) Allah melipat gandakan hingga 700 ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (2:261) Jadi Kurban adalah pendekatan yang ihlas baik secara individu maupun kolektif atau patungan secara berkelompok baik hari qurban, atau sampai 3 hari seetelah iedil qurban masih dapat dilakukan. . Bila kita tidak bisa korban dengan satu hewan mungkin dengan patungan paling tidak kita berkurban tenaga sebagai panitia penerima dan menyalurkan kepada mustahik "Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa".(5:27) Ternyata kita tidak diminta seperti yang terjadi pada nabi ibrahim, ketulusan dan niat ihlas ingin mendapatkan ridho Allah SWT yang diterima korbannya oleh Allah, Bukti kerelaan berkorban dari mulai jiwa, harta bahkan keluarga sebagai nafak tilas nabi Ibrahim As. 1. tiap tahun harta yang banyak habis disedekahkan, demikian pula ternak 1000 kambing, 400 sapi dan 100 unta rela dikorbankan atas permintaan tuhan 2. beliau siap dan rela dibakar api oleh para kafirin dan musyrikin, 3. saat tidak punya sandang, dan papan bahkan gersang tandus tidak ada pepohonan, keluarga dengan bayi kecilnya siap ditinggal oleh suami/ayahnya demi melaksanakan tugas ilahi, 4. seorang istri yang cantik, sangat cinta kasih pada suaminya, rela berkorban untuk dimadu dan rela menikahkan suaminya terhadap pembantunya. 5. Sebagai bapak dari keluarga punya putra semata wayang, hanya satu-satunya dambaan dan harapan dengan penuh cinta dan kasih sayang itupun harus dikorbankan demi permintaan Tuhan. Bentuk pengorbanan bisa terjadi dalam berbagai kondisi seperti: a. Cinta rumah dan isinya, kita rela berkorban meluangkan waktu untuk begadang (ronda). b. Cinta anak dan keluarga, kita rela berkorban pergi dari pagi hingga pulang sampai petang, dalam rangka memenuhi perut kenyang. c. Cinta seorang pemuda terhadap pacaranya, dia rela berkorban apel tidak kenal waktu biar sampai malam, walau celana harus melayang digadaikan. d. Cinta pada tugas dan pekerjaan, kita rela berkorban biar gelayutan di kereta tanpa mengenal lelah dan cape walau disenggol tukang dagang, tanpa duduk tanpa ngantuk. e. Cinta akan harta kita rela berkorban walau harus menguras keringat dan tenaga, f. Cinta akan jabatan kita rela berkorban walau kehilangan keluarga, teman dan harta. g. Cinta akan wanita rela berkorban apapun akan diberikan tanpa harus diminta h. Cinta akan uang apapun akan dikerjakan walaupun hilang kehormatan. Itu semua adalah pengorbanan, untuk mencapai kebutuhan dunia, kesenangan belaka, tapi bagaimana cinta pada Allah untuk akhirat nanti. Tempat kita kembali . Bila kita ingat sejarah, kurban tidak lepas dari napak tilas nabiullah ibrahim beserta keluarganya, sehingga mendapat gelar kholilullah, karena amat sangat cintanya kepada Allah, Dan ini (Al Qur'an) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Qur'an), dan mereka selalu memelihara sembahyangnya. (Mereka berdo`a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)."(3.8)

Ujian, Peringatan atau Hukuman

Menggapai Kasih Sayang Allah Musibah atau Bencana itu Ujian, Peringatan atau Hukuman, maka Berkurbanlah sebelum jadi korban ! a. Kiat mendapat rahmat Benar juga orang bilang segala sesuatu harus dengan duit, mau makan pake duit, mau pintar pake duit, mau cantik pake duit, mau kawin pake duit, mau sukses pake duit dan ingin pangkat serta jabatannpun pake duit, semuanya serba duit hingga ke wc pun harus pake duit, akhirnya hampir semua orang menuhankan duit, sehingga tidak peduli bagaimana cara mendapatkannya apakah haram atau halal yang penting saya dapat duit. Siapa yang tidak mau duit, orang bilang akan senang dengan duit dan siapa lagi yang tidak mau kaya, karena dengan kekayaan tidak sedikit orang jadi senang dan dengan kekayaan banyak orang menganggap mulia, demikian pula dengan pangkat dan jabatan itu semua orang akan bangga bahkan dengan jabatannya dia bisa berkuasa bahkan dengan pangkat dan golongannya dia punya kekuatan dan kekayaan dan ahirnya orang menjadi hormat kepadanya, dan ada pula professional, baik sebagai aktifis, pedagang, pengajar bahkan para ustadpun mengejar popularitas bersaing dengan artis yang konotasinya dengan popularitas banyak orang ngefans dan senang padanya, sehingga sebagai orang populer itu akan mendatangkan uang atau duit. Tidak sedikit orang mengejar akan kekayaan yang menyenangkan, jabatan dan kekuasaan,yang membanggakan, anak dan istri yang menggairahkan, bahkan profesional yang popularitas yang didambakan semuanya ingin didapatkan karena (Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (3.14)) Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.(2.212) Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?(6.32) Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang yang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata: "Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka?" (Allah berfirman): "Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?" (6.53) Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.(2.204) Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.(9.55 dan 85) Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda-gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.(7.176) Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.(11.15) Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan? (11.16) Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." (11.48) (yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh. (14.3) Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,10.7 (Bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada Kami-lah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat, disebabkan kekafiran mereka.(10.70) Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.16.107 Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.(18.104) Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.(17.18) Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.(18.46) Tapi ketahuilah bahwasannya setiap orang atau semua mahkluk yang bernafas akan mengalami kematian. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.(3.185) Barangsiapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi), karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.(4.134) Ketika ajal tiba atau maut menjemput segala yang kita miliki tiada arti bahkan istri yang cantik tidak lagi mau mendekati termasuk anak yang tercinta tidak ada yang minta menjaga dan menemani di kubur, pangkat dan jabatan ditinggalkan, harta kekayaan tidak lagi bermanfaat kecuali amal dan perbuatan yang menjadi safaat. Kita telah melihat dan mendengar seorang penguasa yang kaya raya di sebuah Negara, yang banyak disana sini barisan penjaga dan keamanannya, bahkan makanan dan kesehatannyapun telah disiagakan akan tetapi datang kematian tak seorangpun yang dapat menghalanginya, semuanya tiada yang bisa menolong, jangankan harta pangkat, jabatan bahkan keluarga dan ajudannyapun tak dapat menghalang… Peringatkanlah (mereka) dengan Al Qur'an itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak (pula) pemberi syafa`at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka, disebabkan perbuatan mereka sendiri. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.(6.70) Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.(40.39) Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.(57.20) Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar.(33.29) Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).(13.26) Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.(3.197) Pasa suatu hari nanti tidak akan berguna anak hartamu kecuali mereka yanag datang kepada Allah dengan hati yang bersih (26.88-89) Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridhaan dan syurga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal, (9.21) b. Berkurbanlah sebelum jadi korban Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(35.2) Dan di antara mereka ada orang yang berdo`a: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".(2.201) Lalu bagaimana kiatnya untuk mendapatkan rahmat atau kasih sayang Allah, dengan hidup yang penuh nikmat di dunia dan akhirat yang kekal, tentunya kita harus banyak mensyukuri apa yang telah Allah beri kan. Kemudian bentuk syukur ini dapat kita aktualisasikan melalui kurban dan pengurbanan sebagian dari rezeki yang dianugerahkanNya. Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, .... (7.96) Begitu banyak nikmat yang dianugrahkan Allah kepada kita sehingga tidak terhingga banyaknya “Waintauddu ni’matallahi latuhsuha” bila hendak menghitung-hitung nikmat Allah tidak terhingga luasnya bagaikan Alkautsar, seperti dilukiskan dalam firman-Nya “Inna ‘A’thoina kalkaustar....” baik nikmat hidup, nikmat iman, nikmat islam bahkan nikmat sihat .... Contoh. Hari ini Begitu banyak orang terbaring dirumah sakit, bukan kenikmatan yang didapatkan, tetapi penderitaan yang memilukan, manakala nikmat sihat telah diangkat, yang lezat-pun tidak enak..karena rahmat berubah laknat, hingga seolah tidak berharga lagi harta yang berlimpah... jabatan tidak lagi membanggakan, bahkan istri yang cantikpun tidak menggairahkan. Semuanya tidak ada artinya dibanding sihat. Mereka merintih kesakitan sambil berharap-harap cemas ingin sihat. Dipagi yang cerah ini kita dapat menikmatinya, sehingga makan akan terasa enak jangankan yang lezat-lezat dengan garampun terasa nikmat bila makan disaat saat lapar, bahkan kita dapat bekumpul dengan keluarga dan dapat menjalankan tugas sehari-hari dengan baik. ..................Alhamdullah itulah keberkahan. Allah menurunkan keberkahan melalui hujan kemudian jadi rahmat sehingga dapat menyuburkan tanah pertanian, dan para petani dapat memanen hasil pertanian sehingga menjadi rezeki buat hidup dan prikehidupannya yang akhirnnya tercapai kesejahteraan dan kebahagiaan. Fasholli lirobbika wanhar...... Maka oleh karena berbagai karunia telah banyak kita nikmati sehingga timbal balik rasa terima kasihnya adalah “Dirikanlah sholat dan berkurbanlah...”. Kurban sebagai perwujudan syukur yang telah Allah wajibkan kepada kita sebagaimana dalam surat (Adduha 11) “Wa-amma bini’mati robbika fahadits” Dan terhadap ni'mat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya dengan bersyukur). yang dibuktikan dengan sholat dan rela berkurban baik harta maupun nyawa ihlas ingin mengharap rido dari Allah ... Semua ini patut disyukuri sebagai timbal balik rasa terima kasih kepada yang memberi kasih sayang, dengan mengeluarkan sebagian harta yang telah dianugerahkannya melalui sedekah infak termasuk kurban........ "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih" (14:7). Lantas nikmat yang manakah yang kamu bohongkan itu, berkali-kali Allah mengingatkan kepada kita, maka Dengan kata lain .... “Berkurbanlah sebelum jadi korban!, Kita ambil contoh bila lapindo mau berkorban menggantikan masyarakat sekitar dengan nilai 1 trilyun maka dia tidak kehilangan 17 trilyun...karena tidak sedikit mereka yang tidak berkurban justru pada akhirnya jadi korban, korban bencana, korban kerusuhan, korban penganiayaan, korban pelecehan, korban fitnah dan korban neraka jahanan.... Air hujan yang seharusnya bisa mendatangkan rahmat, seperti diuraikan tadi mendatangkan kesuburan dan kesejahteraan, sebaliknya hujanpun bisa mendatangkan laknat. Banjir melanda banyak tenggelam rumah2 tinggal atapnya tidak terkecuali efek lapindo, Banyak bangsa-bangsa binasa tertimpa berbagai musibah, seperti bencana banjir melanda dan gempa bumi yang menimpa, tidak terhitung kerugian tidak hanya kehilangan harta bahkan nyawa baik itu di jaman kaum Ad, Samud, Nuh dan Etopia akibat mengingkari nikmat atau melalaikan ajaran Tuhan.dan tidak menutup kemungkinan bisa terjadi kepada bangsa Indonesia, naudzu billahi mindalik. "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian) kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami (nya).(6.65) "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdo`a kepada-Nya dengan berendah diri dan dengan suara yang lembut (dengan mengatakan): "Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur." (6:63) Jadi yang turun kepada kita bukan keberkahan, tetapi kehancuran melanda, bencana alam menimpa, banjir membawa korban, gempa dimana-mana, tawuran tanpa kasih sayang seperti tidak berharga sebuah nyawa dan krisis yang berkepanjangan, baik krisis ekonomi, krisis kepercayaan, krisis kepemimpinan dan lain-lain, tidak terkecuali krisis integrasi bangsa, Innna lillahi wainna lillahi rajiun. Apakah musibah ini ujian, peringatan atau hukuman, dan bagaimana dengan kita Indonesia, yang dilanda berbagai krisis termasuk banjir tidak terkecuali jakarta? .... Indonesia yang katanya subur dan makmur gemah rifah loh jinawi, banyak sandang, banyak pangan dan banyak pula yang kelaparan. Padahal “orang bilang tanah kita tanah syurga, tongkat kayu dan batu-pun jadi tanaman”. Tetapi mengapa,.. masih banyak kekurangan, masih banyak kelaparan, masih banyak yang tidak mendapat pekerjaan dan tidak sedikit kemiskinan. Jangan-jangan karena kita bangga dengan dosa-dosa, atau sombong dengan kekuatan, bahkan haus akan kekuasaan, sehingga tidak lagi arif dalam berpijak dan tidak adil dalam berpihak, justru yang salah kita bela, yang benar tersia-sia, sampai yang lemah dikunyah, bahkan korupsi dilindungi, perjudian diberi kesempatan, prostitusi dilokalisasi, yang hina dapat pujian, orang mulia dilecehkan dan cercaan, orang miskin terabaikan, orang kaya dapat kepedulian, alquran hanya hiasan sementara koran jadi kebutuhan, Ini adalah kebohongan besar,... Terbukti dengan kejadian banjir tersebut tidak sedikit orang yang kaya, rumahnya mewah, mobil megah dan segala perlengkapan yang wah semua ditinggalkan yang penting nyawa selamat, maka ditinggalkannya semua harta benda dia rela ngungsi di tenda-tenda bersama deritanya orang yang terbiasa susah dan sambil menunggu antrian makan dari sumbangan. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, (2:155) malapetaka kesenggsaraan bahkan digoncang-gancingkan hati (2:214) ... Akan tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (7:96) Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah sesudah agama itu diterima maka bantahan mereka itu sia-sia saja di sisi Tuhan mereka. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan bagi mereka azab yang sangat keras. (Assyura 16) Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).(30:40) Mereka diliputi kehinaan dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah di mana saja mereka berada, karena mereka mengingkari kepada ayat-ayat Allah, kecuali jika mereka berpegang teguh kepada tali Allah (agama) dan tali perjanjian dengan manusia (konsekwen terhadap komitmen atau kontitusi), dan orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas mengerjakan agama (ibadah) mereka karena Allah. (3.112) Oleh karena itu marilah kita kembali kepada yang Maha Kuasa, yang gagah perkasa, yang maha bijaksana, yang maha mulia, maha hidup dan tidak pernah kantuk dan maha dari segalanya yang memiliki kerajaan langit dan bumi yang menghisab segala amal perbuatan kita. Sadarilah insaflah bahwasannya Allah akan memaafkan hambanya yang bertaubat dan tidak mengulanginya. Dekatkanlah diri dan jiwa kita kepada Allah melalui Qurban (pengorbanan) baik dengan harta maupun dengan nyawa. Jadikanlah Hidup ini perjuangan, dan tanpa perjuangan hidup tidak akan berhasil sedangkan keberhasilan akan dicapai bila mau berkurban. Pengorbanan asal dari kata Arab: qoroba, yaqrobu, qorbanan, artinya dekat, adalah suatu upaya mendekatkan diri dan mengharap ridho Allah. Kurban suatu proses dengan berbagai risikonya untuk mencapai kebahagiaan. Kurban adalah memotong hewan, sebagai kewajiban setiap Muslim yang mampu menyisihkan hartanya untuk dibagikan kepada fakir miskin sekaligus sebagai tolak bala (musibah) bagi yang menghendaki keselamatan dan melestarikan hartanya disamping pahala dan penggantian yang berlipat ganda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.” Ternyata semua ini hanya ujian belaka, apakah manusia dapat mentaati perintah Allah atau malah mengingkarinya (kafir). Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. (2.207) Allah melipat gandakan hingga 700 ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (2:261) Jadi Kurban adalah pendekatan yang ihlas baik secara individu maupun kolektif atau patungan secara berkelompok baik hari qurban, atau sampai 3 hari seetelah iedil qurban masih dapat dilakukan. . Bila kita tidak bisa korban dengan satu hewan mungkin dengan patungan paling tidak kita berkurban tenaga sebagai panitia penerima dan menyalurkan kepada mustahik "Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa".(5:27) Ternyata kita tidak diminta seperti yang terjadi pada nabi ibrahim, ketulusan dan niat ihlas ingin mendapatkan ridho Allah SWT yang diterima korbannya oleh Allah, Bukti kerelaan berkorban dari mulai jiwa, harta bahkan keluarga sebagai nafak tilas nabi Ibrahim As. 1. tiap tahun harta yang banyak habis disedekahkan, demikian pula ternak 1000 kambing, 400 sapi dan 100 unta rela dikorbankan atas permintaan tuhan 2. beliau siap dan rela dibakar api oleh para kafirin dan musyrikin, 3. saat tidak punya sandang, dan papan bahkan gersang tandus tidak ada pepohonan, keluarga dengan bayi kecilnya siap ditinggal oleh suami/ayahnya demi melaksanakan tugas ilahi, 4. seorang istri yang cantik, sangat cinta kasih pada suaminya, rela berkorban untuk dimadu dan rela menikahkan suaminya terhadap pembantunya. 5. Sebagai bapak dari keluarga punya putra semata wayang, hanya satu-satunya dambaan dan harapan dengan penuh cinta dan kasih sayang itupun harus dikorbankan demi permintaan Tuhan. Bentuk pengorbanan bisa terjadi dalam berbagai kondisi seperti: a. Cinta rumah dan isinya, kita rela berkorban meluangkan waktu untuk begadang (ronda). b. Cinta anak dan keluarga, kita rela berkorban pergi dari pagi hingga pulang sampai petang, dalam rangka memenuhi perut kenyang. c. Cinta seorang pemuda terhadap pacaranya, dia rela berkorban apel tidak kenal waktu biar sampai malam, walau celana harus melayang digadaikan. d. Cinta pada tugas dan pekerjaan, kita rela berkorban biar gelayutan di kereta tanpa mengenal lelah dan cape walau disenggol tukang dagang, tanpa duduk tanpa ngantuk. e. Cinta akan harta kita rela berkorban walau harus menguras keringat dan tenaga, f. Cinta akan jabatan kita rela berkorban walau kehilangan keluarga, teman dan harta. g. Cinta akan wanita rela berkorban apapun akan diberikan tanpa harus diminta h. Cinta akan uang apapun akan dikerjakan walaupun hilang kehormatan. Itu semua adalah pengorbanan, untuk mencapai kebutuhan dunia, kesenangan belaka, tapi bagaimana cinta pada Allah untuk akhirat nanti. Tempat kita kembali . Bila kita ingat sejarah, kurban tidak lepas dari napak tilas nabiullah ibrahim beserta keluarganya, sehingga mendapat gelar kholilullah, karena amat sangat cintanya kepada Allah, Dan ini (Al Qur'an) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Qur'an), dan mereka selalu memelihara sembahyangnya. (Mereka berdo`a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)."(3.8)

Wednesday, 19 November 2008

Yang Mulia

Yang Mulia Siapakah yang Mulia itu, dan bagaimana Kriterianya orang mulia? Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: "Tuhanku telah memuliakanku". Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku". (89.14-15), Padahal Kemulian itu bukan diukur oleh limpahan dan kesusahan rezeki akan tetapi sejauhmana manusia bisa mendekatkan diri kepada ilahi, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, (26.89) agar supaya manusia sesuai dengan takdir yang kehendaki. Susah senang atau kaya miskin adalah dua duanya ujian yang bila disikapi dengan baik maka dua duanya akan berhasil dengan baik pula. Sesungguhnya orang mulia disisi Tuhannya adalah Takwanya. Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang yang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata: "Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka?" (Allah berfirman): "Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?" (6.53) Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah-lah pahala yang besar. (64.15) Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (18.46) Allah selalu menciptakan pasangan yang berbeda…adakalanya menganugrahkan nikmat, maka orang itu bisa mensyukurinya tentu saja dia akan selamat, akan tetapi dia tidak bersyukur malah mengufurinya, maka nikmat bisa menjadi laknat (14.7), demikian pula apabila manusia dianugrahi kesusahan dengan segala penderitaannya dia bisa bersabar dan bertawakal tentu saja dia pun akan selamat dengan ganjaran rahmat dan shalawat serta hidayahnya (2.157), akan tetapi bila dia mengingkari dan tidak bisa bersabar bahkan dia prustasi apalagi bunuh diri maka dia mati dengan laknat dan tidak terhormat, Bila seseorang mendapatkan rejeki bukan berarti hasil mutlak dari dirinya sendiri melainkan sudah mendapatkan kemudahanNya, demikian pula seseorang yang tidak berusaha maka dia tidak akan mendapat apa apa, sementara Allah akan memberikan kepada siapa yang sungguh sungguh dalam berusahanya (13.11), namun dalam usaha ini tidak dibarengi dengan tamak dan hianat, Banyak orang mengira akan kemuliaan melalui hartanya yang berlimpah, atau jabatan yang membanggakan sampai dia menguasainya hingga papan atas atau dia nomor satu atau merasa puas dengan kecantikannya, dan merasa hina bila keberadaannya serba kekurangan dalam kemiskinannya. Kemuliaan seseorang bukan karena warna kulitnya, suku dan kebangsawanannya, bukan karena harta yang melimpah, jabatan yang menggiurkan, atau pangkat yang berlipat atau popularitas papan atas akan tetapi kemulian itu adalah ketakwaannya. Allah menciptakan kamu laki2 dan perempuan, bersuku suku dan berbangsa bangsa adalah untuk saling kenal mengenal, sesungguhnya yang mulia disisi Allah adalah ketakwaannya. (49.13) Wahai segenap manusia, beribadahlah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang orang sebelum kamu agar supaya kamu bertakwa.(2.21), untuk meraih ketakwaan harus melakukan ibadah baik secara vertical kepada Allah maupun secara horizontal sesame manusia dengan cara dan banyak macam ibadah, termasuk dalam menjalankan puasa.(2.183) Wahai orang orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkannya kepada orang orang sebekum kamu agar supaya kamu bertakwa. Allah berfirman dalam Quran yang karim bahwa Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka mau mengabdi kepadaku (untuk beribadah kepada Allah) Allah ciptakan perbedaan untuk dikenali satu sama lain sehingga tidak melulu putih, hitam, coklat, atau bule, akan tetapi dengan perbedaan itulah kita bisa mengenalinya siapakah bule itu dan orang mana, demikian pula laki dan perempuan juga bisa kita kenali berbeda, hal ini karena membuktikan bahwa kita mengenal seseorang itu karena ada ciri ciri atau tandanya, demikian pula tanda2 orang beriman.. Sebagaimana difirmankan Allah dalam surat (8.2) Iman yang sesungguhnya itu adalah 1. apabila diingatkan akan Allah atau disebut salah satu namanya, maka akan tergetar hatinya karena kecintaannya terhadap Allah sehingga segala sesuatu yang dicintainya semata karena Allah, begitu dekatnya dengan Allah sehingga bilamana diingatkannya akan Allah langsung samina wa athona 2. dan bila dibacakannya ayat-ayat Allah mereka semakin bertambah keimanan mereka, Quran mereka jadikan pedoman hidup, sebagai hujah dan narasumber dalam berbagai bijakan hokum bahkan menjadi way of life 3. dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal, tidak menyekutukannya, tidak mendahuluinya dan tidak menjadikan sesuatu tandingan atas segala permasalahannya dia menggantungkan nasibnya semata hanya kepada Allah 4. yaitu mereka yang senantiasa mendirikan shalat, mendirikan konotasinya adalah membangun dan tiap orang membangun pasti akan memeliharanya, dan tiap orang yang merawat bangunannya dia akan nyaman bersamanya sehingga akan terasa nikmat menempatinya, hingga muncul kalimat baiti jannati, rumahku adalah syurgaku, menjadikan sebagai satu satunya milik dan tidak ada pengakuan dari yang lainnya, sholat pulalah yang membedakan yahudi, nashoro atau muslim. 5. dan mau menafkahkan seperti yang di paparkan dibawah berikut di point 3 Lantas bagaimana sikap dan tindakan kita untuk mencapai tingkat ketakwaan, kebahagiaan atau kemuliaan, maka Allah telah memberikan petunjuk dan criteria ketakwaan itu di dalam firmanNya (2.2) 1. yaitu orang orang yang beriman kepada yang ghaib, (yang dirahasiakan Allah, termasuk nasib) 2. mendirikan shalat, (telah di bahas di atas poin 4) 3. menafakahkan sebagian harta yang telah Allah anugrahkan kepadanya, bukan semuanya Cuma sebagian dan itu adalah hak orang lain contoh klo kita makan pisang harus kita keluarkan sebagiannya (yaitu kulitnya) karena ada hak yang lain misalnya kambing. Bilamana kita makan semuanya itu menunjukkan kerakusan dan pada akhirnya kita akan kena penyakit murus. 4. mempercayai kitab yang diturunkan kepada engkau Muhammad (Quran) dan mempercayai akan kitab kitab sebelum engkau Muhammad (Shuhuf, Injil, Taurat dan Zabur) mempercayai bukan sekedar memiliki, akan tetapi menjadikannya sebagai pedoman dan literature hidup dan permasalahannya, serta mengamalkannya. 5. dan mereka yakin akan hari pembalasan, penghabisan, (kiamat) (2.2-4). Klo tidak yakin hari kiamat, maka semuanya telah meyakini kehidupan ini akan berahir dan tidak ada yang hidup abadi, pasti mati dan tidak bisa dipungkiri, hanya tinggal tunggu antri. Wahai orang orang yang beriman, bertakwalah kamu dengan sebenar benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali sudah taslim berserah diri kepadanya (3.102). Berseradh diri adalah ketaatan terhadap islam dan mau menjalankan syariatnya yang terkandung dalam Quran dan Hadits secara keseluruhan. Ketika kita mau menjual emas yang kita miliki lalu kita datang kepada toko emas dan ternyata mereka tidak langsung membelinya akan tetapi dia menawarnya bahkan dia menguji kebenarannya, beda dengan imitasi klo mau kita jual kita bingung kemana datangnya dan si pembeli juga tidak menguji terlebih dahulu…begitu pula orang yang mengaku beriman…maka Allah menguji terlebih dahulu sebagaimana ujian kepada orang sebelumnya. Syarat mutlak untuk mendapatkan title muttaqien (bertakwa) adalah harus orang yang beriman (mukmin), kemudian apakah akan dibiarkan begitu saja cukup mengaku saya sudah beriman sebelum diuji sebagaimana orang orang sebelumnya, lantas kita sudah cukup mengaku menjadi orang yang beriman (29.1) Allah akan menurunkan kepadamu berbagai ujian yaitu dengan sedikit ketakutan (takut dipecatm takut miskin), kekurangan makanan, kekurangan harta dan terganggunya jiwa dan buah buahan (2.145) dalam menghadapi persoalan semacam ini orang beriman akan selalu sabar dan tawakal dan menggantungkan hidupnya hanya kepada Allah (8.1) apakah kamu mengira masuk surga itu gampang sehingga datang kepadamu berbagai ujian sebagaimana kepada orang orang sebelum kamu berupa ujian kesusahan dan penderitaan dan diombang ambingnya (terguncang) hati….(2.214) mereka akan berkata sesungguhnya semua ini berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah (tawakal).

.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More